Hetifah: Tuntaskan Pembangunan Bandara Juwata

JAKARTA (08/10) – Komisi V yang membidangi Infrastruktur dan Perhubungan DPR- RI terus mendukung pengembangan fasilitas pelayanan bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara. Pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2014, untuk bandara Juwata dialokasikan anggaran Rp 220,6 miliar. Alokasi untuk bandara Juwata ini menempati porsi terbesar dalam alokasi anggaran untuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Anggaran bandara Juwata mencapai 40 persen dari total anggaran untuk Kaltim dan Kaltara yang totalnya mencapai Rp 615,7 miliar. Anggota Komisi V DPR-RI Hetifah Sjaifudian menjelaskan, anggaran untuk bandara Juwata itu direncanakan untuk menunjang fasilitas operasional bandara. Dana akan digunakan antara lain untuk untuk pekerjaan pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana Bandar udara, pengembangan parkir, jalan, jembatan, dan perluasan apron existing. Selain itu, digunakan juga untuk pekerjaan lain di antaranya mekanikal elektrikal dan peralatan penunjang, elevator, escalator, AC Central, kursi terminal, checking counter, hydrant, sistem plumbing, lampu terminal, lampu penerangan jalan, sign board, garbarata, baggage handling system, flood light, dan penangkal petir. Pada intinya Hetifah mengapresiasi Dirjen Perhubungan Udara yang telah banyak mengalokasikan pembangunan bandara di Kaltara dan Kaltim, sekaligus mendorong pencairan subsidi untuk pelayanan dan penerbangan perintis. “Jangan sampai dana subsidi terlambat,” kata Hetifah. Dia juga mengharapkan agar pemerintah daerah dan pengelola bandara hendaknya bisa bekerjasama dengan baik untuk menuntaskan masalah-masalah yang menghambat pembangunan semisal konflik lahan. Sebagai bandara utama penghubung di daerah perbatasan, Hetifah menambahkan, bandar udara Juwata memegang peranan penting di Kalimantan Utara. Oleh sebab itu pembangunan penyelesaian terminal pada pada tahun 2013 di Bandara Juwata harus menjadi prioritas. Hetifah menandaskan agar pembangunan bandara Juwata segera dipercepat sesuai rencana. “Jangan sampai anggaran tidak terserap optimal,” katanya. Pada tahun 2013, bandara Juwata sudah mendapatkan alokasi anggaran Rp.124,9 miliar. Dari total anggaran tersebut realisasi penyerapan masih di bawah 30%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, pada tahun 2014 Ditjen Perhubungan Udara mengalokasikan dana untuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara lebih besar 7,46 persen hingga mencapai Rp 615.7 miliar. Besaran alokasi itu terbesar keempat di Indonesia, setelah DKI Jakarta, Papua, dan Papua Barat. Selain untuk bandara Juwata, anggaran juga dialokasikan untuk bandara lain seperti bandara Malinau, Yuvai Semaring Long Bawan, Nunukan, Long Ampung dan Malinau.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat

  2. ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh

Lihat semua aspirasi