Beasiswa untuk Guru dan Pendidikan Jarak Jauh

Guna percepatan peningkatan kualifikasi guru, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memberikan beasiswa pendidikan. Pemerintah telah menyiapkan beasiswa untuk 190.000 guru per tahun. Meski diakui oleh Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Nasional Baedowi masih relatif sedikit, namun pemerintah baru mampu memberikan beasiswa dengan jumlah sebanyak itu. Seperti diketahui, pemerintah memiliki target sampai dengan tahun 2015, dimana 1,5 juta guru TK hingga SMA harus memiliki kualifikasi pendidikan minimal diploma empat atau sarjana. Target ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Namun, dari data guru di tanah air yang mencapai 2.607.311 guru, separuhnya masih berpendidikan SMA hingga D-3, terutama guru jenjang TK dan SD. Para guru yang belum mencapai kualifikasi D-4 atau sarjana bisa mengikuti pendidikan reguler di lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) di negeri atau swasta yang jumlahnya sekitar 268 institusi. Selain itu, pemerintah membuka pendidikan jarak jauh yang hanya bisa dijalankan LPTK yang ditetapkan oleh pemerintah, yang kini berjumlah 81 LPTK. Pendidikan jarak jauh ini tentu saja sangat membantu para guru, terutama guru-guru di daerah perbatasan, terpencil, dan wilayah terluar di Indonesia. Proyek percontohan pendidikan jarak jauh ini sudah dilakukan di delapan provinsi, yakni Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Papua, Sulawesi Utara, Yogyakarta, Bali, dan Banten. Program ini merupakan sinergi antara Sekditjen, Dirjen PMPTK, Dirjen Dikti Kemendiknas, Perguruan Tinggi, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), dan South East Minister of Education Regional Open Learning Center (SEAMOLEC). Mengenai perguruan tinggi (PT) yang terlibat dalam proyek pendidikan jarak jauh ini adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Uhamka Jakarta, Undiksa Bali, Universitas Negeri Manado (Unima) Sulut, dan Universitas Terbuka (UT). Untuk melayani pendidikan S1 guru daerah terdepan, SEAMOLEC menyiapkan sistem multicast di setiap kecamatan dan training dosen PT yang terlibat proyek ini. Selain itu, disiapkan 35 bahan kuliah hasil konsorsium dan semua bahan kuliah dosen di server serta menyiapkan dan menjaga sistem teknis di setiap kecamatan maupun kabupaten. Menariknya, dengan menggunakan sistem jaringan satelit, pendidikan jarak jauh ini akan melayani guru-guru terpencil maupun terluar di seluruh Indonesia.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamualaikum bu izin bertanya kira kira kalau atap seng rumah habis bocor sampai habis lantai yang terbuat dari papan jadi rapuh,ingin merenovasi mandiri tapi terkendala biaya,apakah ada pembagian atap seng gratis????????

  2. Assalamualaikum... ibu, perkenalkan sy idman, warga kabupaten paser. Selamat Ulang Tahun ibu, Semoga ibu sll dalam perlindungan dan Rahmat Allah SWT, sehat dan sukses dunia akhirat.. Aamiin.. mohon maaf dan izin ibu menyampaikan via IG dan FB, anak2 kami yg bersekolah di MAN IC Paser, ada 5 orang siswa-siswi yang memperoleh kesempatan dan terpilih sebagai peserta Program Madrasah Goes Abroad (MGA) Tahun 2026 dari Kementrian Agama RI, (pendampingan LoA dan Beas Siswa Luar Negeri). Kami berharap ibu sebagai wakil kami warga kaltim dapat memberikan doa dan dukungan untuk anak2 kami dari Paser untuk bisa melanjutkan kuliah keluar negeri. Terima kasih atas respon, doa dan bantuan Ibu.. ????????????

Lihat semua aspirasi