Menteri Desa Jenguk Ratusan Transmigran di Sepunggur

Eko Yakin 3 Bulan Kedepan Transmigran Berkembang Pesat

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo menyambangi Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Sepunggur, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, siang ini (25/10). Dari Kecamatan Tanjung Selor, Menteri Desa bersama rombongan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, Bupati Bulungan H Sudjati SH, Anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjaifudian, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X, serta Sekda Jawa Tengah Sri Puryono bertolak ke UPT Sepunggur menggunakan speedboat Kaltara 1. Tiba di Sepunggur, Menteri Desa disambut ratusan jiwa transmigran yang baru tiba dari Jawa Tengah dan DIY dua hari lalu.

Dalam kunjungannya kemarin, pria yang Juli lalu menggantikan posisi Marwan Jafar dalam kabinet kerja Jokowi-JK, menyerahkan secara simbolis 125 unit rumah yang dibangun menggunakan APBN dan APBD Bulungan.

Dalam sambutannya, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menuturkan, transmigrasi di Bulungan ada sejak tahun 1974. Sejak saat itu sudah 10.350 kepala keluarga (KK) atau 39.000 jiwa yang bertransmigrasi ke daerah-daerah di Bulungan. Hingga akhirnya Kaltara terbentuk, dengan jumlah jiwa secara keseluruhan 720.000 penduduk. Lebih dari 100.000 orang masuk bukan melalui program transmigrasi. “Manfaatnya transmigrasi itu sangat luas. Yang awalnya sebuah lokasi transmigrasi jadi UPT, lama-lama bisa jadi kecamatan. Tujuan lainnya meningkatkan kesejahteraan. Isu transmigrasi juga saya minta jangan dipolitisasi,” terangnya.

Lanjut Gubernur, Kaltara bisa dibilang wujud dari NKRI. Sebab, semua suku ada di Kaltara. Sampai-sampai pemimpin di beberapa kabupaten/kota pun merupakan suku di luar Kalimantan. “Lihat saja Bupati Bulungan, orang Jawa asli Gerobokan bisa jadi Bupati. Kedepannya kita berharap, warga kita juga bisa jadi pemimpin di Jawa. Jadi camat misalnya,” ungkapnya disambut tawa seluruh warga transmigran.

Terakhir, Gubernur menyampaikan, mendekati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober mendatang, kedepannya tidak adalagi sukuisme di Kaltara. Sebab, suku apapun itu semua adalah warga Indonesia. Dan memiliki kewajiban membangun Kaltara lebih maju.

“Itulah yang saya minta sama bapak-bapak di sini, ayo kita sama-sama bangun Kaltara. Karena peran para transmigran juga membangun daerah ini,” tutupnya.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono menambahkan, saat ini di daerahnya masih ada 3.000 KK yang menunggu jadi transmigran. Namun untuk tahun depan, berharap Kementerian Desa mengakomodir 100 KK untuk dikirim lagi ke daerah lain. “Untuk rumah itu kita siapkan Rp 65 juta per unit untuk transmigran kita. Kami juga sediakan bibit cabai unggul dan tomat unggul asal Kaliurang,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjaifudian berharap pemerintah terus memperhatikan kondisi para transmigran yang ada. Mulai dari fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga listrik.

“Kepada Pak Menteri dan jajaran mohon diperhatikan kesejahteraan para transmigran kita. Karena mereka juga ujung tombak pembangunan di wilayah terjauh. Mereka orang-orang yang ulet dan rajin. Sehingga harus mendapatkan pendidikan, pelan-pelan harus terdaftar juga di BPJS Kesehatan,” harapnya.

Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo memuji perhatian beberapa kepala daerah terhadap para transmigran, kemarin. “Jarang lho ada yang memperhatikan transmigran sedemikian rupa sampai dibuatkan rumah dan sebagainya. Itu mereka yang perjuangkan ke pusat,” tuturnya.

“Saya yakin 3 bulan lagi ke sini, akan banyak yang berubah dari tempat ini (UPT Sepunggur, Red). Apalagi kita bekerja sama dengan beberapa kementerian, akan membantu mulai dari handtractor, bibit-bibit unggul, serta peternakan. Apalagi tadi dari DIY akan menyuplai bibit cabai dan tomat yang unggul di sana,” sambungnya.

Eko yang akan menginap semalam di Ibu Kota Kaltara ini berpesan kepada para transmigran, orang yang sukses bukan orang yang pintar di sekolah. Sebab banyak orang yang sukses memiliki ide sedikit-sedikit dan lebih banyak kerja. Begitulah seharusnya para transmigran yang datang ke Bulungan. “Jadi bapak-bapak di sini, punya ide sekecil apapun langsung dijalankan dikerjakan. Buat lahan ini jadi subur,” ucapnya.

Eko juga memberikan sedikit pandangannya terhadap Kalimantan Utara (Kaltara) terutama tentang menyangkut masalah transmigrasi. Menurutnya, Kaltara sudah sangat baik dalam melakukan persiapan. Selain itu, perkembangannya akan sangat cepat. Hanya 2 jam berada di desa Sepunggur, ia sangat teliti memperhatikan.

“Dalam waktu dekat akan menjadi wilayah yang produktif karena persiapannya dipercepat. Menurut Gubernur (Irianto) juga memberitahu saya kalau tanah di sini sangat subur, mungkin nantinya dalam satu tahun bisa tiga kali panen,” sebutnya saat ditemui setelah acara, kemarin (25/10).

Kembali menurutnya, di Kaltara ini sebagian masyarakatnya adalah pendatang. Eko menilai, ini adalah suatu model yang diharapkan untuk masa akan datang akan memberikan sumber penghasilan yang lebih besar.

“Di Jawa setiap tahun ada tambahan lebih dari satu juta penduduk. Dengan kita pindahkan ke Kaltara ini yang daerahnya luas dan penduduknya sedikit, tanah subur, air dalam setahun ada terus diharapkan bisa menjadi lumbung pangan nasional kedepannya,” tuturnya seraya berharap.

Dalam kunjungannya, Eko mengajak beberapa mitra, di antaranya Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan Kementerian BUMN melalui Bank BNI dan Bank BRI. Bukan tanpa alasan, ada beberapa hal yang berkaitan dengan mereka demi mensejahterakan penduduk transmigran.

“Pertanian saya bawa karena bisa menyediakan bibit kepada mereka, koperasi juga saya ajak menggebrek bersama agar nantinya di sini ada koperasi yang bisa simpan pinjam. Masyarakat bisa berusaha lebih gampang,” tuturnya lagi.

Lanjutnya, menurut infrastruktur, Kaltara sudah memiliki modal dasar yang sangat baik sekali. “Lihat saja ini, tanaman tinggal tancap, air sudah ada, sanitasi sudah bagus. Jawa aja gak punya kaya gini, tambah lagi semangat teman-teman transmigran. Saya yakin tiga bulan lagi di sini udah beda,” sambung Eko.

Eko mengakui kalau salah satu masalah yang terdapat di Kaltara adalah mengenai infrastruktur. Tapi, kita sebagai warga Kaltara dihimbau Eko untuk bersyukur karena Irianto selaku Gubernur datang sudah memperjuangkannya dengan baik.

“Beliau ini ke Jakarta datang ke setiap departemen dan setia menunggu. Saya juga kesini karena dia sering ke tempat saya. Beliau sangat proaktif dan itu akan membuat pemerintah pusat memberikan perhatian yang lebih,” ucap Eko.

Terakhir, Eko membahas masalah Dana Desa yang akan diberikan ke setiap desa.”Tahun ini rata-rata perdesa sebesar Rp 700 juta. Kalau tahun depan ada Rp 70 triliun jadi bisa dibagikan Rp 1 M per desa. Anggaran Dana Desa juga sudah tersedia dari Kabupaten, besarnya ratusan juta,” paparnya.

Dengan keuangan sebanyak itu, Eko yakin kalau warga tidak bisa membangun infrastruktur yang pokok. Tapi ia berharap, dana itu bisa membantu memajukan ekonomi daerah.

*) sumber : http://kalpos.prokal.co/menteri-desa-jenguk-ratusan-transmigran-di-sepunggur.html.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. semoga PIP terus bisa membantu bagi yang membutuhkan

Lihat semua aspirasi