Category: Opini
-
Jakarta, 22/11 — Setiap tanggal 25 November kita peringati sebagai Hari Guru. Berbagai masalah tampaknya … Selengkapnya >
-
Sesuai dengan semangat dari amanat konstitusi dapat ditegaskan bahwa Pemerintahlah yang diberi tanggung jawab sepenuhnya … Selengkapnya >
-
Anggota Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, budaya kekerasan di kalangan generasi muda akibat kebijakan … Selengkapnya >
-
Tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka di Indonesia. Sejak kelahirannya di tahun 1961, Gerakan … Selengkapnya >
-
Pengumuman hasil SNMPTN 2011 jalur ujian tertulis sudah dikeluarkan secara online oleh panitia melalui situs … Selengkapnya >
-
Sejak Rabu (29/6) pukul 19.00 WIB kemarin, pengumuman hasil SNMPTN 2011 jalur ujian tertulis sudah … Selengkapnya >
-
-
Tulisan ini adalah refleksi kecil dari pengamatan saya atas fenomena Siami dan kondisi masyarakat secara … Selengkapnya >
-
Siami adalah seorang Ibu yang berupaya mengungkap kecurangan yang terjadi pada pelaksaan Ujian Nasional di … Selengkapnya >
-
As Indonesia’s democracy moves into its second decade, institutional changes at each stage of electoral development have altered women’s roles in party politics and national legislative representation. Despite a hard-fought battle to require inclusion into the candidacy system through a set of clauses in the electoral and political party laws, women’s groups felt that the Constitutional Court ruling that opened up the nomination lists to voter choice meant that the 2009 national legislative elections were a backwards step.
