TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian ketika bertemu dengan para orangtua dan kerabat korban tewas di kolam tambang Samarinda dan Kutai Kartanegara di Resto Rosty, Jumat (8/1/2016) mengatakan, apa yang terjadi di Kaltim ini memang sudah sering didengar melalui media massa. Namun untuk bertemu dan mendengar langsung dari keluarga korban, menurutnya sangatlah berbeda dan membuat dirinya terpukul dan malu. Harusnya kata dia, di negara yang sudah 70 tahun merdeka, punya konstitusi dan Undang-Undang yang jelas hal itu tak pernah terjadi.
Dalam kesempatan tersebut, Hetifah juga menerima dokumen data-data lubang tambang yang mengancam, lengkap dengan lokasi. Dengan adanya data tersebut, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi pemerintah pusat untuk tidak mengetahui kondisi pertambangan di Kaltim.
Untuk dokumen tambang yang sudah di tangannya kata dia, memang belum ada gambaran akan dilakukan kedepannya. Namun yang pasti kata dia, data itu harus bisa menjadi dasar bagi pihak terkait baik di pusat dan daerah untuk mengambil tindakan ke depannya.
"Sebagai manusia dan ibu dari 4 anak, saya tidak bisa tinggal diam. Walau saya tidak tahu mulai darimana. Tapi saya berjanji akan melindungi nyawa yang tidak bersalah dari suatu kelalaian yang tidak perlu. Apalagi akibat dari sebuah keserakahan," katanya. (*)

Knp waktu saya cek dana pip d google ko dana sudah d kembalikan ke pusat padahal saya blm ambl uangx
Semoga ibu sukses selalu
citradwiatikasari@gmail.com