MEMBANGUN 100 STUDIO MUSIK DAN KARAOKE KELUARGA YANG TERJANGKAU

Dalam babad mitologi Sunda, dikisahkan leluhur masyarakat pulau Jawa yaitu Hariang Banga dan Ciung Wanara setelah pertempuran di antara keduanya memilih untuk berdamai dan kemudian masing-masing berpisah. Ranghiang Banga memilih jalan ke arah timur sambil ber-syair dan ia merupakan leluhur suku Jawa, sementara Ciung Wanara yang merupakan leluhur orang Sunda, memilih ke arah barat sambil bernyanyi. Mitologi ini menunjukkan adanya afinitas orang Bandung, sebagai ibu kotanya orang Sunda, untuk bernyanyi.

Berbagai kontes musik seperti Indonesian Idol, Akademi Fantasi, Mamamia dan sebagainya telah menghiasi layar kaca nasional, namun dimanakah prestasi warga Bandung? Studio Musik tempat generasi muda dapat mengasah kreatifitasnya dalam akuisisi seni musik masih terasa langka dan jarang. Tempat karaoke keluarga yang murah masih sangat kurang. Sebagai sebuah bentuk rekreasi di tengah hiruk pikuk dan kepenatan kota besar dan padat seperti Bandung, karaoke keluarga dapat menjadi sebuah media ekspresi yang positif. Justru sangat disayangkan, malah karaoke sering ter-asosiasi-kan dengan hal-hal yang negative dalam aspek masyarakat Timur. Melalui pembangunan 100 studio musi baru dan fasilitas karaoke keluarga baru dengan harga terjangkau, hal ini dapat diubah. Sebagai sebuah percontohan kota kreatif, Bandung dapat menjadi kota musik, ketika lagu dan keakraban keluarga dapat mencairkan suasana dan secara produktif mendorong kreasi di bidang seni musik.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Sekolah saya blum dapat dana PIP SD : 017 Kuaro , Kab.Paser Kaltim

Lihat semua aspirasi