Pimpinan Komisi X Dilantik, Hetifah: Mari Bersama Bersinergi

JAKARTA,— pimpinan komisi X yang membawahi bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga, serta Perpustakaan siang tadi dilantik oleh Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat, Muhaimin Iskandar, di ruang rapat komisi X Nusantara 1 DPR RI.

Pimpinan Komisi X yang ditetapkan adalah Syaiful Huda (PKB) sebagai ketua, Hetifah Sjaifudian (Golkar), Agustina Wilujeng (PDIP), Dede Yusuf (Demokrat), dan Abdul Fikri Faqih (PKS) sebagai wakil ketua.

Selaku ketua, Syaiful Huda mengharapkan bahwa 5 tahun kedepan para pimpinan dan seluruh anggota harus solid dalam menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang menjadi tanggung jawabnya.

“Internal kita harus solid, semua putusan kita buat bersama-sama. Diskusi-diskusi kecil dapat kita adakan bersama-sama di luar rapat komisi”, ujarnya.

Wakil ketua komisi X dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, menambahkan bahwa pimpinan baru yang terpilih diharapkan dapat bersama bersinergi sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

“Saya rasa komposisi pimpinan cukup ideal. Latar belakang dan pengalamannya beragam, kami saling melengkapi”, papar politikus Golkar yang juga telah menjadi Wakil Ketua Komisi X di periode sebelumnya.

Dari 53 anggota komisi X yang dilantik, terdapat 20 orang anggota wanita (37,7 persen). Menanggapi hal tersebut, Hetifah yang juga merupakan ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) itu berpendapat, hal ini sangat baik karena perempuan sangat terkait dengan bidang -bidang yang terdapat di komisi X.

“Perempuan adalah pendidik pertama anak. Mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan anak Indonesia,” paparnya.

Hetifah menambahkan, perempuan juga sangat banyak yang terlibat menjadi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Dengan terwakilinya suara-suara perempuan di Komisi X, saya harap kebijakan-kebijakan yang kita hasilkan lebih sensitif gender”, tutupnya.

*) sumber : kicaunews.com

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Asalamualaikum bu Atifah, saya pak Anwar guru Sman 1 Pulo Aceh termasuk sekolah terpencil. membaca pertemuan perdana dgn Mendikbud, saya apresiasi yaitu poin 3 dan 5 : investasi dan inovasi serta penciptaan lapangan kerja dan saya memiliki program tsb. bagai mana bu saya di pertemukan dengan Bapak Mentri dan sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

  2. Bunda Hetifah yang saya hormat. Saya Suhendar adalah lulusan pendidikan Kejuruan sejak STM, S1, dan sampai dengan saat ini sedang S3 di UNY Yogayakarta (S3) Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Selain sebagai Dosen di Jurusan Pendidikan dan Teknik Elektro Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Saya sebagai Asesor Akreditasi BAN S/M dan juga Asesor LSP-P3 AINAKI (Asosiasi Industri Animasi dan Kerasi Indonesia). Terutama sejak menjadi Asesor SMK sejak tahun 2016, sedikit banyakanya saya mengetahui dan mengerti problematkika pendidikan Kejuruan di Indonesia yang tidak mengalami perubahan siginifikan, terutama meningkatktnya keterserapan lulusannya oleh Industri. Saya telah membaca Talking Points Pak Mendikbud dalam Rapat Kerja Perdana DPR dengan Kemendikbud di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Rabu, 6 November 2019. Beberapa hal penting dan saya sangat setuju daiantaranya adalah "Peran kami sebagai kementerian adalah untuk mengempower industri untuk berpartisipasi dalam pendidikan yang pada akhirnya dampaknya untuk mereka juga, terutama SMK dan Politeknik." Hal itulah yang belum tampak dan ditindaklanjuti sebagaimana yang diinginkan Inpres No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Keimginan Industri untuk mendrong secara Riil Pengembangan Pendidikan Kejuruan di Indonesia masih bersifat setengah-setengah. Riset saya saat ini terkait dengan Skills Passport untuk Pendidikan Kejuruan di Indonesia. Semoga masa depan pendidikan Kejuruan di Indonesia semakin baik dan terus berkesinambungan. Salam Ta'jim untuk Ibu dari Suhendar suhendar@untirta.ac.id

  3. Selamat atas pelatikan sebagai anggota MPR/DPR RI periode 2019-2024. Tetap perjuangkan aspirasi dari Kaltim.

Lihat semua aspirasi