Kini kondisi pusat kota Tarakan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan sekitarnya sudah berjalan normal. Setelah terjadi kesepakatan damai yang dibidani oleh Gubernur Kaltim Awang Farouk, aktivitas terlihat normal kembali.
"Kita tidak ingin lagi bertikai, karena hanya mendatangkan kerugian bagi masyarakat," ujar Rifki, warga Karang Redjo, Tarakan, seperti dikutip Media Indonesia.
Menurut Rifki, yang masih keturunan Bugis ini, mengakui, kedua belah -keturunan Bugis maupun keturunan Dayak Tidung- pihak bersaudara. "Mudah-mudahan tidak ada lagi kerusuhan," tambah Inan, warga keturunan Dayak Tidung.
Seperti juga Rifki dan Inan, anggota DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP yang merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Kaltim ini juga berharap kerusuhan itu adalah yang pertama dan terakhir.
Secara historis sebenarnya suku Bugis telah lama mendiami pulau Kalimantan, khususnya ibukota Tarakan. Mereka hidup berdampingan satu sama lain tanpa memunculkan perselisihan. Oleh karena lama berdampingan, maka baik suku Bugis maupun Dayak sudah berbaur (baca: terjadi alkulturasi budaya) dan menjadi satu komunitas yang baru.
Banyak warga Bugis yang telah menikah dengan suku Dayak, khususnya Dayak Tidung. Begitu pula sebaliknya, banyak suku Dayak yang menikah dengan suku Bugis. Mereka mendiami daerah pesisir pantai. Meski hidup berdampingan, kebudayaan mereka tetap dijaga hingga turun temurun. Mereka menghargai satu sama lain.

Assalamualaikum bu izin bertanya kira kira kalau atap seng rumah habis bocor sampai habis lantai yang terbuat dari papan jadi rapuh,ingin merenovasi mandiri tapi terkendala biaya,apakah ada pembagian atap seng gratis????????
Assalamualaikum... ibu, perkenalkan sy idman, warga kabupaten paser. Selamat Ulang Tahun ibu, Semoga ibu sll dalam perlindungan dan Rahmat Allah SWT, sehat dan sukses dunia akhirat.. Aamiin.. mohon maaf dan izin ibu menyampaikan via IG dan FB, anak2 kami yg bersekolah di MAN IC Paser, ada 5 orang siswa-siswi yang memperoleh kesempatan dan terpilih sebagai peserta Program Madrasah Goes Abroad (MGA) Tahun 2026 dari Kementrian Agama RI, (pendampingan LoA dan Beas Siswa Luar Negeri). Kami berharap ibu sebagai wakil kami warga kaltim dapat memberikan doa dan dukungan untuk anak2 kami dari Paser untuk bisa melanjutkan kuliah keluar negeri. Terima kasih atas respon, doa dan bantuan Ibu.. ????????????
buk Kutai Barat dan mahulu tolong perhatikan asap nya dah kuning di mahulu