Bertempat di ballroom hotel JW Marriot, Jakarta, kemarin malam berlangsung temu alumuni planologi Institut Teknologi Bandung (ITB). Temu alumni ini dalam rangka tahun emas 50 tahun planologi. Acara ini dihadiri oleh sekitar 300-an almuni dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 1970-an sampai 1990-an. Di antara tamu, nampak hadir Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, anggota DPR RI periode 2009-10014 Ir. Edwin Kawilarang, dan Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian.
“Sungguh indah bertemu dengan banyak orang yang memiliki penggalan sejarah yang serupa,” komentar Hetifah yang juga menjabat sebagai Ketua Alumni Planologi ITB (API) periode 2008-2013.
Sejarah planologi tak lepas dari sejarah kelahiran ITB. Adalah De Technische Hoogesschool te Bandoeng yang merupakan cikal bakal pendidikan tinggi teknik di Indonesia didirikan pada tahun 1920 di Bandung. Pada tahun 1959, lembaga tersebut menjadi Fakultas Teknik di bawah Universitas Indonesia (UI). Di dalam Fakultas Teknik, terdapat Departemen Teknik Sipil yang terdiri atas Bagian Teknik Sipil dan Bagian Teknik Geodesi. Pada tahun 1962 berkembang dengan berdirinya Bagian Teknik Penyehatan (yang kini menjadi Departemen Teknik Lingkungan).
Dalam restrukturisasi ITB pada tahun 1973, terbentuk Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) sebagai salah satu fakultas di ITB yang terdiri atas Departemen Teknik Sipil dan Departemen Perencanaan dan Senirupa. Saat itu FTSP mencakup Jurusan Teknik Sipil; Jurusan Arsitektur; Jurusan Teknik Geodesi; Jurusan Teknik Lingkungan; Jurusan Teknik Planologi, Jurusan Senimurni dan Desain.
Pada Tahun 1985 Jurusan Senimurni dan Desain ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Seni Rupa dan Desain. Seiring dengan perubahan status ITB, maka melalui SK Rektor ITB No. 222/SK/ K01/OT/2005 tgl. 29 Agustus 2005 Pengelolaan Satuan Akademik yang semula 6 (enam) Fakultas/Sekolah menjadi 11 (sebelas) Fakultas/Sekolah.
Dalam kaitan ini FTSP juga berubah menjadi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), dimana ada dua program studi yaitu Arsitektur dan Planologi membentuk fakultas tersendiri dengan nama Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK). Dengan demikian sejak tahun 2006 FTSL hanya membawahi 4 Program Studi, yaitu Teknik Sipil, Teknik Geodesi dan Geomatika, Teknik Lingkungan, serta Teknik Kelautan.
Menurut almuni planologi angkatan 1961, Prof. Dr. Budhy Tjahjati, PhD, sejarah planologi tak lepas juga dari bantuan UNDP dan Harvard University. Menurut Budhy, Saat itu UNDP mendirikan pusat pendidikan untuk planing di wilayah Asia Tenggara yang berlokasi di ITB. Tim Harvard itu merekrut dosen-dosen muda Indonesia untuk dikirim ke Amerika Serikat dan dididik. Setelah lulus dan kembali ke Indonesia, para dosen tersebut kemudian nantinya akan meneruskan pekerjaan tim dari Harvard tersebut di pusat pendidikan.
“Itulah yang membuat saya tertarik mengambil jurusan planologi,” ujar Direktur Eksekutif Urban and Regional Development Institute (URDI) yang sempat kuliah di arsitek ITB sebelum akhirnya memilih planologi.
Dalam kesempatan temu alumni ini juga di-launching buku betjudul Alumni Berbagi. Buku ini bertujuan untuk mengapresiasi karya alumni planologi ITB dengan mengkompilasi pengalaman-pengalaman mereka dalam mengatasi permasalahan masyarakat. Lalu mengekspresikan kepedulian alumni tentang suatu isu dan strategi serta tindakan yang telah diambil untuk mengatasinya. Tak ketinggalan mengusulkan beberapa perubahan dan modifikasi dalam proses belajar mengajar untuk almamater berdasarkan pada pengalaman dan tantangan di dunia kerja.
“Sebab, kita tahu, banyak kota tumbuh tak terkendali, sementara masih banyak daerah yang terabaikan. Lalu apa peran dan karya yang sudah alumni planologi sumbangkan kepada masyarakat dan negara ini?” ujar Hetifah. “Dengan terbitnya buku ini, saya berharap bisa memperlihatkan sumbangan alumni yang sudah pernah dilakukan.”
Dengan temu alumni dan diterbitkan buku Alumni Berbagi, Hetifah ingin menggalang kembali seluruh alumni planologi ITB agar semakin bersatu dan bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap masalah tata ruang dan perkotaan yang tumbuh tak terkendali ini.

Kapan dapat besiswa
Beasiswa
Ingin mengajukan beasiswa untuk anak SMP