Hetifah
Indonesia adalah negara yang terus berubah, bahkan berubah secara cepat. Yang pasti berubah untuk sebuah kondisi yang lebih baik. Namun, banyak yang masih harus dilakukan. Terutama berkaitan dengan perempuan. Perempuan tengah berjuang untuk dapat didengarkan, dilibatkan, dan diberdayakan dalam proses pengambilan dan pelaksanaan kebijakan.
Demikian diantara beberapa pikiran Hetifah, Anggota DPR RI asal Fraksi Partai Golkar, yang diungkapkan ketika berbincang dengan representatif The Asia Foundation (TAF), di Gedung Nusantara MPR/DPR RI, selasa (8/9).
Hetifah yang juga aktif dalam berbagai gerakan pemberdayaan perempuan mengemukakan sejumlah persoalan yang dihadapi perempuan, khususnya yang bergelut dalam dunia politik. "Bagi perempuan yang terjun di politik, kami menghadapi tantangan seperti pandangan umum masyarakat bahwa politik adalah dunia yang kotor, penuh kompetisi, kebohongan, kecurangan, dan tidak dapat dipercaya. Dengan sendirinya, perempuan yang yang berada di dalamnya juga demikian. Padahal tentu tidak begitu."
Menurut Hetifah, sentuhan perempuan justru dapat merubah kultur politik di parlemen menjadi lebih responsif. Karenanya, perempuan justru harus lebih banyak terlibat dalam pengambilan keputusan dengan bergabung di parlemen."Banyak kebijakan yang menyangkut perempuan tidak diputuskan oleh perempuan, padahal siapa lagi yang mengerti perempuan lebih baik selain perempuan itu sendiri?" ujarnya.
Tantangan lainnya ketika sudah menduduki kursi di parlemen adalah seringkali perempuan harus dapat menyeimbangkan peran publik dan peran domestiknya. Hal ini, papar Anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Timur ini, yang menjadi tantangan terberat. Karena seringkali waktu keluarga dan jadwal kegiatan sebagai tokoh publik berbenturan.
Berikutnya, masih urai Hetifah, perempuan juga dituntut untuk dapat secara baik menempatkan diri dalam partai agar mendapat kepercayaan untuk dilibatkan dalam proses-proses pengambilan keputusan. Ini memerlukan komunikasi dan jaringan yang kuat diantara perempuan di parlemen sendiri. "Perempuan harus kompak. Tunjukkan bahwa perempuan juga mampu dan memiliki visi."
Perempuan Indonesia tengah berkembang. Bahkan pendidikannya dapat dikatakan lebih baik dari pada kaum pria, karena perempuan lebih ulet, rajin dan pada dasarnya juga cerdas. Yang diperlukan perempuan Indonesia adalah lebih banyak kesempatan mendapat peran kunci/penting dalam pengambilan keputusan.
"Alasan saya masuk dalam dunia politik adalah agar bisa berupaya melakukan lebih banyak perubahan. Termasuk saya ingin agar perempuan mendapat porsi yang lebih baik dalam bidang politik," tandas Hetifah.
saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat
ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh
pendapat saya ini bisa menjadi bantuan yg sngat berguna
saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat
ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh
pendapat saya ini bisa menjadi bantuan yg sngat berguna