TRIBUNKALTIM.CO - Setidaknya terdapat enam warga pedalaman di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia karena keterlambatan mengantar ke rumah sakit untuk berobat. Hal ini imbas dari tidak beroperasinya pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) yang selama ini menjadi ujung tombak transportasi warga pedalaman Kaltara.
Meninggalnya enam warga Kaltara tersebut menjadi perhatian Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara.
“Ini situasi darurat, hak masyarakat pedalaman untuk hidup dan mendapat layanan publik dasar seperti kesehatan dan aksesibilitas sudah dipertaruhkan. Pemerintah pusat dan instansi terkait harus lebih sensitif dan responsif menanggapainya. Tidak boleh ada satu pun dikorbankan karena kelalaian merespons kebutuhan masyarakat” tegas Anggota Komisi II yang membidangi pelayanan publik tersebut, melalui rilis yang diterima TribunKaltim.co, Rabu (27/1/2016).
Tidak beroperasinya pesawat MAF sejak November 2015 lalu lantaran izin Security Clearance belum diterbitkan. “Saya sudah menghubungi Kementerian Perhubungan agar yang bersangkutan bisa membantu mempercepat proses keluarnya Security Clearance. Saya juga meminta Komisi I DPR untuk dapat mempertanyakan hal ini kepada TNI AU agar mencari jalan keluar”, sambung Hetifah.
Hetifah menyampaikan penyesalannya atas tidak terbangnya pesawat MAF. Kejadian ini menurutnya menjadi pelajaran berharga ke depan, dan peringatan bagi pemerintah.
“Sungguh sangat prihatin dan menyesalkan hal seperti ini bisa terjadi. Penderitaan korban dan keluarganya ini seharusnya menjadi pembelajaran penting dan peringatan bagi pembuat kebijakan” pungkasnya.
Kaltim
Pesawat MAF tak Beroperasi, Hetifah: Ini Situasi Darurat, Pemerintah Harus Responsif
TRIBUNKALTIM.CO - Setidaknya terdapat enam warga pedalaman di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia karena keterlambatan mengantar ke rumah sakit untuk berobat. Hal ini imbas dari tidak beroperasinya pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) yang selama ini menjadi ujung tombak transportasi warga pedalaman Kaltara.
Meninggalnya enam warga Kaltara tersebut menjadi perhatian Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI Dapil Kaltim-Kaltara.
“Ini situasi darurat, hak masyarakat pedalaman untuk hidup dan mendapat layanan publik dasar seperti kesehatan dan aksesibilitas sudah dipertaruhkan. Pemerintah pusat dan instansi terkait harus lebih sensitif dan responsif menanggapainya. Tidak boleh ada satu pun dikorbankan karena kelalaian merespons kebutuhan masyarakat” tegas Anggota Komisi II yang membidangi pelayanan publik tersebut, melalui rilis yang diterima TribunKaltim.co, Rabu (27/1/2016).
Tidak beroperasinya pesawat MAF sejak November 2015 lalu lantaran izin Security Clearance belum diterbitkan. “Saya sudah menghubungi Kementerian Perhubungan agar yang bersangkutan bisa membantu mempercepat proses keluarnya Security Clearance. Saya juga meminta Komisi I DPR untuk dapat mempertanyakan hal ini kepada TNI AU agar mencari jalan keluar”, sambung Hetifah.
Hetifah menyampaikan penyesalannya atas tidak terbangnya pesawat MAF. Kejadian ini menurutnya menjadi pelajaran berharga ke depan, dan peringatan bagi pemerintah.
“Sungguh sangat prihatin dan menyesalkan hal seperti ini bisa terjadi. Penderitaan korban dan keluarganya ini seharusnya menjadi pembelajaran penting dan peringatan bagi pembuat kebijakan” pungkasnya.

gimana caranya bisa dpat bantuan PIP
Anak saya th 2023 dpat pip hetifah setelah itu TDK cair lagi padahal teman2 nya cair semua sampe skrng pernh usul ke sekolah pihak sekolah bilng kalo belum ada
Assalamualaikum Ibu Hertifah Perkenalkan saya : Linda Mohon maaf sebelumnya, saya ingin bertanya Buu.. Bagaimana cara utk dapatkan Program PIP Ibu Hertifah utk jenjang SD ?? Karena ke 3 anak saya semua tdk pernah dapat PIP dari sekolah Bu..Bagaimana saya mengajukannya utk anak saya yg no.3 ini supaya bisa dapat Bu karena keadaan Ekonomi Keluarga kami yg sangat Minim/Pas²an.. suami Kerja Buruh Bangunan yg tdk tentu Bu… Sekiranya Ibu bisa Bantu keluarga Kami dgn Program yg Ibu Pimpin ini. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih Ibu.. Wassalamu'alaikum