Sistem Pemilu Terbuka Picu Persaingan Sengit Kader

  NUSANTARANEWS.CO – Pemilu 2019 kurang 3 tahun lagi. Namun mengenai sistem pemilu masih hangat didiskusikan, apakah menggunakan proporsional tertutup atau terbuka. Anggota Komisi II DPR, Hetifah Sjaifudian mengatakan, kedua sistem tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. “Prinsipnya kita harus belajar dari pengalaman dan terus memperbaiki sistem yang ada untuk mendapatkan hasil pemilu yang terbaik,” ujarnya, di Jakarta, Senin (25/7). Kelebihan sistem terbuka, kata Hetifah, setiap kader yang dicalonkan memiliki kesempatan atau peluang sama untuk dipilih. Sehingga, rakyat memiliki kedaulatan penuh untuk menentukan siapa yang akan duduk di parlemen sesuai pilihannya. “Selain itu, Caleg terpilih lebih dekat dengan konstituen,” sambung dia. Namun, sistem ini juga memiliki kelemahan. Yaitu, terjadinya persaingan sengit antar kader di internal partai. “Peran partai menjadi berkurang karena kekuatan ada di caleg-caleg,” kata Hetifah. Selain itu, dengan sistem terbuka ini akan semakin merebak money politics. Kaderisasi juga tidak akan berjalan maksimal. “Mereka yang dikader belum tentu terpilih dan yang terpilih belum tentu berkualitas karena mengandalkan popularitas dan uang,” sambungnya. (Achmad).  

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamualaikum Ibu, mohon maaf mengganggu waktu Ibu sebentar. Perkenalkan Ibu saya salah satu mahasiswa Universitas Mulawarman dan sudah punya kelompok untuk melaksanakan KKN di Kampung Merabu Kecamatan Kelay Kabupaten Berau Bu. Mohon maaf Ibu, dengan ini saya jelaskan sedikit maksud tujuan saya, kemarin kami baru dikabari bahwa akan ada Universitas lain dari Jogja yang akan melaksanakan KKN juga di kampung tersebut dengan periode yang sama, tetapi dari pihak DPMK Berau dan DPMPD Provinsi meminta kami yang digeser ke kampung lain Ibu???? Dengan segala hormat, kami memohon bantuan dan pertimbangan Ibu agar kelompok kami tetap dapat melaksanakan KKN di Kampung Merabu. Saat ini program kerja kami sudah disusun dan dipersiapkan secara matang berdasarkan potensi serta kebutuhan Kampung Merabu, bahkan persiapan dan finalisasi kelompok sudah berada pada tahap akhir. Apabila lokasi KKN kami dipindahkan, tentu kami harus menyusun kembali program kerja dan melakukan penyesuaian dari awal. Oleh karena itu, kami sangat berharap agar kelompok Universitas Mulawarman tidak menjadi pihak yang digeser. Besar harapan kami kiranya Ibu dapat membantu dan mempertimbangkan hal ini. Atas perhatian dan bantuan Ibu, kami ucapkan terima kasih.

  2. Mohon beasiswa buat ananda: Nama : mawar fathonah Sekolah : SDN 10 Tanah Grogot Kelas : 3b

Lihat semua aspirasi