Banyak Permasalahan, DPR Janji Desak Pemerintah Perhatikan Perbatasan

  PROKAL.CO, TARAKAN – Tim pengawasan perbatasan dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hetifah Sjaifudian akan dijadwalkan kembali mengunjungi wilayah perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara). Itu dilakukan setelah adanya keputusan yang dikeluarkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara tentang persetujuan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabuptaen Apau Kayan. "Ini rencana membahas pembentukan kabupaten, dan pemerintah sekaligus penyelenggaraan Pilkada. Semua itu akan kami bahas untuk menjadi menjadi pembahasan di komisi," Hetifah panggilan akrabnya kepada Kaltara Pos, kemarin. Tak hanya soal Apau Kayan, ia juga akan memantau kondisi perbatasan mengenai beberapa permasalahan lainnya seperti larangan nelayan Ikan Sebatik, Nunukan untuk menjual ikan ke Tawau, Malaysia. "Kalau masalah nelayan, itu karena standar kapal tidak sesuai dengan kebijakan pemerintahan Malaysia," pungkasnya. Untuk menyelesaikan permasalah yang terjadi di masyarakat perbatasan, pihaknya berencana akan melakukan negoisasi dan investigasi ke negara tetangga. "Kita juga akan desak pemerintah untuk membuat kerja sama dalam bidang ekonomi,” katanya. Menurutnya, permasalahan yang terjadi di perbatasan harus diselesaikan segera. Sehingga, aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar.  “Kami akan segera perjuangkan permasalahan perbatasan,” tegasnya. Sementara itu, dia berharap, pemekaran di beberapa daerah dapat terealisasi. “Jadi masalah perbatasan harus dipikirkan bersama dan mencari solusinya,” ujarnya. Hatifah menjelaskan, terkait pemekaran Kabupaten Apau Kayan, beberapa waktu lalu dirinya sudah bertemu dengan Presidium DOB Apau Kayan. Namun ada beberapa persyaratan yang belum sempat terpenuhi seperti halnya dengan jumlah kecamatan yang masih kurang. “Saat itu masih ada kecamatan yang belum definitif. Jadi syarat DOB itu harus ada jumlah kecamatan yang ditetapkan berdasarkan regulasinya,” tuturnya. Menurut Hetifah, sebuah pemekaraan daerah bukan persoalan persyaratan yang harus dipenuhi, namun melihat dari keseriusan pemrintah pusat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di perbatasan. Sedangkan untuk dari segi administrasi dapat menyusul. “Niat pemerintah pusat khususnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) harus melihat secara selektif ke daerah. Kami juga akan mendesak pemerintah agar turun langsung melihat permasalahan di daerah perbatasan,” janjinya.(bar) *) sumber : Kaltara Pos.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamu'alaikum ibu ifa...saya minta tlong bantuan modalnya Bu ..buat jualan seikhlasnya bu

  2. ingin membantu mengurangi pengeluaran orang tua untuk membeli peralatan sekolah karna selama ini saya selalu beli apa apa dengan uang saya bekerja sambil sekolah

  3. Assalamu'alaikum ibu hetifah...semoga ibu selalu dlm keadaan sehat wal'afiat y bu????????bu saya mau bertanya dan minta tolong,rabu kemaren di Sekolah Rakyat 2 Samarinda ibu bilang orang tua yg anak nya sekolah disitu akan dpt bantuan perbaikan rumah,kebetulan rumah yg saya tempati ini lg ad gusuran bu,saya di suruh pindah,kebetulan ada tanah kakak di bangun bagi dua sm saya, dan saya skrg ini benar" Membutuhkan dana buat bangun rumah secepat nya,apakah ada yg bisa bantu bu????????soalnya sebagian rumah yg saya tempati saat ini sudah saya bongkar jd saya tidur seadanya dlu,kmren anak saya yg sdi SR sakit kan smpat saya bawa pulang kasian dia bu karna bangunan nya sdh di bongkar sebagian jd dia tidur siang kepanasan terpaksa ngungsi di tempat kakek nya,mohon solusinya bu,bisa di cek ke sini bu ????????

Lihat semua aspirasi