Dosen dan Pegawai UBT Menyampaikan Aspirasi ke DPR

DSCN2919 300x164 Dosen dan Pegawai UBT Menyampaikan Aspirasi ke DPR
Hetifah Advokasi Dosen dan Pegawai UBT ke Pimpinan Komisi X DPR RI
Senayan, 14/2 -- Senin Siang (13/2), Anggota Komisi V DPR RI asal Kalimantan Timur menerima sejumlah perwakilan dari Universitas Borneo Tarakan (UBT). Perwakilan yang terdiri dari dosen dan pegawai tersebut menyampaikan aspirasinya kepada Hetifah yang berkaitan dengan status kepegawaian mereka yang belum tuntas. Status UBT telah dinegrikan melalui keputusan mendiknas dan berlaku efektif sejak akhir tahun 2010. Semua aset UB telah diserahkan kepada negara. Namun, yang  jadi dipersoalkan, sekitar 130-an pegawai yayasan yang seharusnya juga diangkat menjadi PNS hingga kini masih belum jelas. Wakil Rektor UBT, H. Jafar Siddik, SE, M.Si mengatakan, bahwa Mendiknas (Mendikbud-ed) telah mendorong perubahan status kepegawaian ini. Namun, proses menjadi terhambat setelah usulan masuk ke kementrian keuangan dan kementrian PAN dan RB. Hetifah kemudian mengajak perwakilan UBT untuk menemui pimpinan Komisi X DPR RI untuk menyampaikan aspirasinya. Syamsul Bahri, Pimpinan Komisi X dari Fraksi Partai Golkar menerima dan mengatakan bahwa aspirasi dosen dan pegawai UBT akan menjadi poin untuk dibahas dalam rapat kerja dengan Kemdikbud. "Ini tentu harus kami cek, sehingga menjadi jelas juga nasib beberapa universitas yang dinegrikan lainnya. Yang penting, jangan sampai hal ini menggangu proses pendidikan yang berjalan," ujar Syamsul. Senada dengan Syamsul, Hetifah mengatakan, "Penegrian UBT memang perlu dilanjutkan dengan penyelesaian beberapa masalah, termasuk kepegawaian." Menurut Hetifah, Anggota DPR dari kaltim akan berupaya menyuarakan ini agar ditindaklanjuti dan diagendakan untuk dibahas dalam rapat dengan mitra  Komisi X (Kemdikbud). Kasus UBT, lanjut Hetifah, bisa menjadi masukan bahwa perlu pengaturan dalam RUU Pendidikan Tinggi tentang tanggung jawab negara atas penegrian PT.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.

  2. *Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Lihat semua aspirasi