IURAN SEKOLAH SEHARUSNYA LEBIH TRANSPARAN

Eko Susilo, warga Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, protes. Orangtua salah seorang siswa SMA Negeri 58 ini tidak terima, begitu pihak sekolah meminta dana Rp 3 juta di tahun ajaran 2009/2010 ini. Ia tidak tahu, kebijakan dari mana, tiba-tiba SMA Negeri yang berada di Jakarta Timur ini memunggut iuran peserta didik baru dengan jumlah yang dianggapnya cukup besar. Iuran peserta didik baru atau biasa dikenal dengan istilah IPDB ini wajib dipenuhi oleh para siswa SMA tersebut. Menurut salah seorang wakil dari sekolah, kebijakan ini merupakan hasil keputusan rapat Komite Sekolah. Belum cukup puas, Eko terus mempertanyakan rincian IPDB tersebut yang kabarnya kurang transparan. Padahal seharusnya IPDB dibuat rinciannya. "Selama ini tidak pernah ada laporan pertanggungjawaban penggunaan dana IPDB," ujar Eko sebagaimana dikutip Media Indonesia (Rabu, 30 Juni 2010). Yang membuat Eko curiga, dana yang dikutip tersebut cukup besar untuk ukuran per siswa. Bayangkan, jika IPDB per siswa Rp 3 juta, sementara daya tampung siswa tersebut 320 siswa, maka dana yang terkumpul senilai Rp 960 juta. Bayangkan kalau dana yang hampir 1 miliar tersebut tidak dilaporkan secara transparan kepada seluruh orangtua murid? Persoalan IPDB yang kurang transparan bukan cuma terjadi di SMA Negeri 58, tetapi juga dialami di beberapa sekolah di tanah air. Seharusnya pihak sekolah atau Komite Sekolah bisa lebih transparan setiap kali mengutip iuran sekolah dari para orangtua murid. (brill)

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Anak saya th 2023 dpat pip hetifah setelah itu TDK cair lagi padahal teman2 nya cair semua sampe skrng pernh usul ke sekolah pihak sekolah bilng kalo belum ada

  2. Assalamualaikum Ibu Hertifah Perkenalkan saya : Linda Mohon maaf sebelumnya, saya ingin bertanya Buu.. Bagaimana cara utk dapatkan Program PIP Ibu Hertifah utk jenjang SD ?? Karena ke 3 anak saya semua tdk pernah dapat PIP dari sekolah Bu..Bagaimana saya mengajukannya utk anak saya yg no.3 ini supaya bisa dapat Bu karena keadaan Ekonomi Keluarga kami yg sangat Minim/Pas²an.. suami Kerja Buruh Bangunan yg tdk tentu Bu… Sekiranya Ibu bisa Bantu keluarga Kami dgn Program yg Ibu Pimpin ini. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih Ibu.. Wassalamu'alaikum

Lihat semua aspirasi