Pembangunan infrastruktur di Indonesia sebaiknya tidak dari dana pinjaman. Sebab negara dan institusi yang memberi pinjaman akan mendiktekan kepentingannya kepada pemerintah Indonesia.
"Sebenarnya kalau dari APBN saja kita harusnya mampu membangun infrastruktur. Tapi kan kebocorannya juga besar. Apalagi dana dari pinjaman, juga terjadi kebocoran lagi," ujar anggota Komisi X dari F-PG Hetifah Sjaifudian kepada Jurnalparlemen.com, di akhir tahun 2011 yang lalu, mengomentari pinjaman dari Bank Pembangunan Asia (ADB) kepada pemerintah Indonesia sebanyak 180 juta dolar AS.
Pinjaman itu rencananya digunakan untuk membangun proyek perbaikan jalan daerah di Kalimantan Timur, Kalimantan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sepanjang 470 kilometer.
Bila tetap akan membiayai pembangunan infrastruktur dari dana pinjaman, kata anggota Dewan dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur ini, harus selektif. Hal ini agar tidak merugikan pemerintah Indonesia. Sebab, pemberi pinjaman biasanya akan menentukan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah Indonesia. "Jadi, harus selektif," katanya.
Hetifah tidak menampik bahwa saat ini, Kalimantan pada umumnya, terutama Kalimantan Timur memang membutuhkan pembangunan infrastruktur. Sebab, dengan pembangunan jalan yang lebih baik akan memudahkan akses bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
"Apalagi di Kalimatan Timur banyak sungai. Namun pembangunan infrastruktur sebaiknya tidak hanya memudahkan bagi warga yang berkemampuan, seperti mereka yang memasarkan produknya. Tapi yang terpenting adalah akses bagi warga miskin," katanya.
Misalnya, lanjut Hetifah, memudahkan dalam persalinan atau akses terhadap kesehatan lainnya.
Sumber: http://jurnalparlemen.com/news/2011/11/jangan-gunakan-dana-pinjaman-untuk-bangun-infrastruktur

Beasiswa
Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.
*Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.