Kaltim
Kaltim Perlu Terobosan di Sektor Pariwisata
PROKAL.CO, SAMARINDA – Provinsi Kaltim memiliki beragam objek wisata, khususnya di Kabupaten Berau dan Kutai Kartanegara (Kukar). Namun, hanya 800 wisatawan mancanegara yang datang ke Kaltim dalam setahun. Angka tersebut terbilang minim dibanding daerah lain.
Demikian diungkapkan anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjaifudian. Menurut dia, pemerintah daerah harus fokus pada pembangunan pariwisata, seperti mengenal kebudayaan masyarakat Dayak. Namun, diperlukan peningkatan keamanan dan keramahan masyarakat. “Ini penting,” ujarnya.
Selain itu, wisata penelusuran sungai masih kurang. Padahal di daerah lain atau di luar negeri, sungai memiliki kekuatan tersendiri. “Ini harus diterapkan. Apalagi Sungai Mahakam termasuk sungai terpanjang di Kalimantan,” ungkapnya.
Politikus Partai Golkar itu mengatakan, infrastruktur yang belum merata memang jadi kendala. “Makanya perlu dibuat wisata terintegrasi. Misal, untuk wisata budaya, Kaltim kan punya Kukar. Kalau perlu dipaketkan, misal wisata Jogjakarta-Kukar. Sehingga wisatawan mancanegara nyaman menentukan pilihan,” jelasnya.
Apabila tidak seperti itu, Hetifah menilai, Kaltim akan kalah bersaing dengan wisata budaya daerah lain. “Saya rasa itu strategi yang baik, supaya wisata di Kaltim maju. Memang perlu terobosan-terobosan baru agar wisata di Kaltim dapat dilirik wisatawan asing,” terangnya.
“Harus diingat, wisata maju di Kaltim kebanyakan dimiliki orang asing. Ini harus hati-hati. Apalagi masalah pertanahan dan kepemilikan. Bisa saja menggunakan nama warga sekitar, pada kenyataannya tidak. Saya sudah membuktikan saat berkunjung ke Maratua,” ujarnya.
*) sumber : Kaltimpost

Mohon ijin bertanya ibu.. Utk pip ank sekolah sd itu wajib kk sinikah ortunya.... Kalau anaknya sdh masuk kk keluarga sini.. tp orang tuanya msh kk luar pulau apakah bs dftr pip...
Assalamu'alaikum ibu ifa...saya minta tlong bantuan modalnya Bu ..buat jualan seikhlasnya bu
ingin membantu mengurangi pengeluaran orang tua untuk membeli peralatan sekolah karna selama ini saya selalu beli apa apa dengan uang saya bekerja sambil sekolah