Pembangunan KA di Kaltim Harus Terus Dikawal

Senayan - Anggota Komisi V DPR Hetifah Sjaifudian menyatakan apresiasinya atas penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Rail PTE Ltd, oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek dan Direktur Kalimantan Rail Dr. Andrey Shigaev. “Masuknya investasi untuk pengembangan jalur kereta api menurut saya sudah bagus. Tapi, kita juga ingin memberikan catatan jangan hanya yang dibangun itu jalur pendek atau short road semata-mata bagi kepentingan bisnis, namun harus juga memperhatikan kebutuhan masyarakat," kata Hetifah kepada Jurnalparlemen.com di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/2). Anggota Fraksi Golkar ini berharap, perkeretapian bisa menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat seperti menjadi interkonektivitas antara simpul-simpul di beberapa  daerah di Kalimantan. Karena sekarang, jalan trans-Kalimantan pun sangat buruk. "Tentu bila bisa terhubung dengan moda angkutan lain seperti kereta api itu akan sangat membantu," ujar anggota DPR asal Kalimantan Timur ini. Sebelumnya sempat ada penentangan dari beberapa gubernur di Kalimantan atas rencana pembangunan jalur kereta api tersebut. Namun, menurut Hetifah, persoalan sedikit-demi sedikit dapat dipecahkan dalam musrenbang regional. Belakangan sudah ada kesepakatan dengan empat gubernur. “Semacam musrenbang regional untuk menyamakan persepsi antara ke empat wilayah tersebut dan juga seluruh SKPD guna mencari solusi agar bisa menghubungkan Kalimantan secara efisien dan sesuai kebutuhan ekonomi dan juga sosial masyarakatnya," kata Hetifah. "Mungkin dalam beberapa hal masih ada ketidaksepahaman. Tapi ada beberapa hal yang telah disepakati dan salah satunya soal infrastruktur yang sangat penting," tambahnya. Pembangunan infrastruktur jalur kereta api ini, kata Hetifah, ke depan harus dikawal. Untuk tahap awal karena memang mempertimbangkan ekonomi, jalur kereta api masih diprioritaskan untuk angkutan hasil tambang dan sumber daya alam lainnya. "Tetapi saya juga mengingatkan harus ada satu upaya mengalihkan atau menyediakan juga sarana atau pelayanan untuk penumpang. Jangan sampai kereta api nantinya hanya sebagai sarana bisnis tapi tidak memberikan keadilan bagi masyarakatnya," harapnya. Rencananya, teknis proyek jalur kereta tersebut akan dikerjakan Kalimantan Rail PTE Ltd. Proyek tersebut akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama dari Pelabuhan Balikpapan hingga wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur. Diperkirakan panjang rel akan mencapai 185 kilometer. Pada tahap kedua, proyek rel kereta akan diteruskan dari Kalimantan Timur hingga Murung Raya, Kalimantan Tengah, sepanjang 60 kilometer. . Sumber: http://www.jurnalparlemen.com/news/2012/02/pembangunan-ka-di-kaltim-jangan-sampai-sedot-sda-

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Knp waktu saya cek dana pip d google ko dana sudah d kembalikan ke pusat padahal saya blm ambl uangx

Lihat semua aspirasi