Mampu Turunkan Angka Buta Aksara
Balikpapan,- Pemerintah Pusat berhasil menekan jumlah penduduk buta aksara. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional Biro Pusat Stastistik (BPS) 2018, jumlah penduduk buta aksara turun menjadi 3,29 juta orang, atau hanya 1,93 persen dari total populasi penduduk. Pada tahun 2017, jumlah penduduk buta aksara tercatat 3,4 juta orang.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian mengapresiasi capaian pemerintah dalam upaya pengentasan buta aksara. Meski demikian, Hetifah tetap meminta pemerintah memperhatikan tindak lanjut dair program tersebut.
“Kita patut apresiasi capaian pemerintah dalam menurunkan angka aksara. Tapi perlu juga memperhatikan program pasca buta aksara tersebut. Sejauh mana memberi dampak positif bagi mereka yang telah mengikuti program pengurangan bura aksara”, kata Hetifah, kemarin.
Hetifah tidak menampik bahwa buta aksara masih banyak terdapat di daerah. Menurut Hetifah pemerintah harus lebih giat lagi memberantas buta aksara di daerah.
Hetifah juga mengapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memberikan penghargaan Anugrah Aksara Utama kepada Pemkot Balikpapan dalam rangka Hari Aksara International tingkat Nasional di Makasar, Sabtu (7/9).
Penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk lebih giat menurunkan angka buta askara.
“Sebagai Anggota DPR RI Dapil Kaltim, saya turut bangga terhadap Balikpapan yang mendapat penghargaan sebagai kota yang secara signifikan mampu menurunkan buta aksara,” kata Hetifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin, mengaku untuk mengurangi buta aksara, pihaknya telah memiliki beberapa program diantaranya lewat pendidikan non formal.
“Disdikbud memaksimalkan program pendidikan non formal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) setara sekolah negeri di lima kecamatan, mulai PAUD-TK-SD-SMP-SMA dengan sarana dan prasarana yang sangat memadai. Disdikbud juga memaksimalkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang juga berkembang di Balikpapan,” kata Muhaimin.
“Kegiatan literasi juga berkembang oleh kelompok-kelompok masyarakat. Selain itu kami juga didukung Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB untuk menggalakan kelurahan bebas buta aksara,” pungkas Muhaimin.
*) sumber : prokal.com

Beasiswa
Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.
*Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.