Hetifah: lebih banyak dokter perempuanBandung (4/11) - Menyoal kesetaraan gender memang tidak akan ada habisnya. Ini pula yang dirasakan anggota DPR RI Komisi X, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (46).
Perempuan kelahiran Bandung, 30 Oktober ini menganggap perempuan, terutama yang berasal dari keluarga miskin, memiliki keterbatasan dalam mengenyam pendidikan. Apalagi pendidikan dokter selama ini hanya mampu dinikmati oleh kalangan berpunya. "Oleh karena itu, dalam Rancangan Undang-Undang mengenai Pendidikan Kedokteran, saya sangat concern sekali untuk memasukkan satu pasal mengenai hal ini. Perempuan dari daerah dan kurang mampu harus bisa menjadi dokter. Coba lihat sekarang, jarang sekali perempuan yang menjadi dokter, terutama di daerah," katanya saat ditemui di Bandung belum lama ini.
Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini menuturkan, fenomena yang terjadi saat ini cukup mencemaskan karena biaya pendidikan, terutama pendidikan kedokteran, semakin melambung tinggi. Akibatnya akses masyarakat miskin semakin tertutup meski dia memiliki kemampuan akademik. "Ternyata kami berhasil meng-golkan satu pasal ini. Semoga akan semakin banyak dokter berkualitas di daerah terpencil dan akan lebih banyak lagi dokter dari kalangan perempuan," tuturnya.
(sumber: Nuryani/PR)
Assalamu'alaikum wr wb
Yth, Ibu Hetifah.
Program Beasiswa PIP' ibu sangat-sangat membantu sekali untuk meringankan sedikit beban para wali murid(orang tua) di dalam kebutuhan pendidikan sekolah anak. Kami bersyukur teryata masih ada orang baik perwakilan masyarakat seperti ibu Hetifah yang peduli pada masyarakat. "Semoga Ibu Sekeluarga Senantiasa diberikan Kesehatan serta Selalu Dilindungi ALLAH SWT. aaaminnn ya Robb"
Disini' saya hanya ingin sedikit berbagi bercerita mengenai anak saya yang masih duduk di bangku SD yang sudah pernah mendapatkan bantuan beasiswa dari ibu. Sungguh senang dia sehingga bisa beli sepatu walau sederhana dan uangnya cukup. Karena selama ini sepatu yang digunakannya setiap hari sekolah selalu bergantian dengan adeknya. Berhubung dia sang kaka masuk siang jadi bergantian dengan adeknya yang sekolahnya masuk pagi. Kami selaku orang tua menyadari hal ini bukan berarti kami tidak bisa membelikan nya sepatu, namun kami lebih mengutamakan biaya buat makan sekeluarga itu aja sudah cukup. Karna kami bertahun-tahun tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, saya hanyalah buruh bangunan yang terkadang ada kerjaan yang tak menentu.
Yang menjadi beban kami" Kami masih memiliki sangkutan kepada pihak sekolah karna belum bisa melunasi uang makan anak saya yang pertama Lulusan SMA, sehingga ijazah nya pun masih tertahan disekolah. Padahal putra kami sangat ingin sekali melanjutkan sekolahx dengan kuliah di universitas...sehingga kini terpaksa harus terhenti sejenak oleh hambatan itu.
Terima Kasih dan Hormat Kami Sekeluarga Buat Ibu Hetifah.
Yang sekiranya sudah mau membaca hingga akhir tulisan pesan ini sebagai sedikit cerita pengalaman keluarga kami ini kepada Ibu.
Assalamualaikum,,bisa bantu kami para pekerja potograper buk..kami para pekerja seni di bidang jasa saat ini sangat kesulitan untuk mencari biaya buat membeli alat untuk pekerjaan kami di karnakan semakin mahalnya alat elektronik sekarang..
Assalamu'alaikum bunda saya punya anak sdh 2 th ini lulus SMK tadinya mau melanjutkan kuliah tp blm ada biaya kira2 kalo mendaftar beasiswa kuliah bisa gk bunda, trs bagaimana caranya, mhn bantuan nya biar anak saya bisa masuk kuliah ????
Assalamu'alaikum wr wb Yth, Ibu Hetifah. Program Beasiswa PIP' ibu sangat-sangat membantu sekali untuk meringankan sedikit beban para wali murid(orang tua) di dalam kebutuhan pendidikan sekolah anak. Kami bersyukur teryata masih ada orang baik perwakilan masyarakat seperti ibu Hetifah yang peduli pada masyarakat. "Semoga Ibu Sekeluarga Senantiasa diberikan Kesehatan serta Selalu Dilindungi ALLAH SWT. aaaminnn ya Robb" Disini' saya hanya ingin sedikit berbagi bercerita mengenai anak saya yang masih duduk di bangku SD yang sudah pernah mendapatkan bantuan beasiswa dari ibu. Sungguh senang dia sehingga bisa beli sepatu walau sederhana dan uangnya cukup. Karena selama ini sepatu yang digunakannya setiap hari sekolah selalu bergantian dengan adeknya. Berhubung dia sang kaka masuk siang jadi bergantian dengan adeknya yang sekolahnya masuk pagi. Kami selaku orang tua menyadari hal ini bukan berarti kami tidak bisa membelikan nya sepatu, namun kami lebih mengutamakan biaya buat makan sekeluarga itu aja sudah cukup. Karna kami bertahun-tahun tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, saya hanyalah buruh bangunan yang terkadang ada kerjaan yang tak menentu. Yang menjadi beban kami" Kami masih memiliki sangkutan kepada pihak sekolah karna belum bisa melunasi uang makan anak saya yang pertama Lulusan SMA, sehingga ijazah nya pun masih tertahan disekolah. Padahal putra kami sangat ingin sekali melanjutkan sekolahx dengan kuliah di universitas...sehingga kini terpaksa harus terhenti sejenak oleh hambatan itu. Terima Kasih dan Hormat Kami Sekeluarga Buat Ibu Hetifah. Yang sekiranya sudah mau membaca hingga akhir tulisan pesan ini sebagai sedikit cerita pengalaman keluarga kami ini kepada Ibu.
Assalamualaikum,,bisa bantu kami para pekerja potograper buk..kami para pekerja seni di bidang jasa saat ini sangat kesulitan untuk mencari biaya buat membeli alat untuk pekerjaan kami di karnakan semakin mahalnya alat elektronik sekarang..
Assalamu'alaikum bunda saya punya anak sdh 2 th ini lulus SMK tadinya mau melanjutkan kuliah tp blm ada biaya kira2 kalo mendaftar beasiswa kuliah bisa gk bunda, trs bagaimana caranya, mhn bantuan nya biar anak saya bisa masuk kuliah ????