Dokter Perempuan

moz screenshot Dokter Perempuan
Hetifah PR 11 April 2011 300x187 Dokter Perempuan
Hetifah: lebih banyak dokter perempuan
Bandung (4/11) - Menyoal kesetaraan gender memang tidak akan ada habisnya. Ini pula yang dirasakan anggota DPR RI Komisi X, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (46). Perempuan kelahiran Bandung, 30 Oktober ini menganggap perempuan, terutama yang berasal dari keluarga miskin, memiliki keterbatasan dalam mengenyam pendidikan. Apalagi pendidikan dokter selama ini hanya mampu dinikmati oleh kalangan berpunya. "Oleh karena itu, dalam Rancangan Undang-Undang mengenai Pendidikan Kedokteran, saya sangat concern sekali untuk memasukkan satu pasal mengenai hal ini. Perempuan dari daerah dan kurang mampu harus bisa menjadi dokter. Coba lihat sekarang, jarang sekali perempuan yang menjadi dokter, terutama di daerah," katanya saat ditemui di Bandung belum lama ini. Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini menuturkan, fenomena yang terjadi saat ini cukup mencemaskan karena biaya pendidikan, terutama pendidikan kedokteran, semakin melambung tinggi. Akibatnya akses masyarakat miskin semakin tertutup meski dia memiliki kemampuan akademik. "Ternyata kami berhasil meng-golkan satu pasal ini. Semoga akan semakin banyak dokter berkualitas di daerah terpencil dan akan lebih banyak lagi dokter dari kalangan perempuan," tuturnya. (sumber: Nuryani/PR)

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. saya berharap program Beasiswa Ibu Hetifah dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak pelajar yang terbantu untuk melanjutkan pendidikan. Program ini bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus berusaha menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bermanfaat bagi masyarakat

  2. ini sngat membantu bagi siswa untuk mendapatkan fasilitas atau peralatan sklh

Lihat semua aspirasi