Hetifah: Perempuan di Tengah Oligarki Politik (kaltim.tribunnews.com, 20 April 2011)

Hetifah dan Ani Soetjipto Hetifah: Perempuan di Tengah Oligarki Politik (kaltim.tribunnews.com, 20 April 2011)
Hetifah dan Ani Soetjipto
Balikpapan, 20 April -- Hari Kartini adalah momen baik untuk melakukan refleksi sampai dimanakah kemajuan yang telah dicapai kaum perempuan.  Salah satu bidang dimana peran perempuan sangat diharapkan  adalah di dunia politik. Arena politik yang lebih terbuka memotivasi banyak perempuan untuk berkiprah di dunia politik dengan menominasikan diri dalam pemilihan anggota legislatif dan juga pemilihan kepala daerah. Sebagian perempuan mengalami kegagalan dalam proses kontestasi, namun sebagian lain mampu menembus rintangan yang ada, sehingga keterwakilan perempuan terbukti mengalami kenaikan. Demikian diantaranya yang terungkap dalam peluncuran buku “Politik Harapan: Perjalanan Politik Perempuan Indonesia Pasca Reformasi”  karya Ani Soetjipto di kampus UI, hari ini (20/4). Ani mengatakan  bahwa terbukanya akses dan peluang perempuan di arena publik di era reformasi sekarang ini  sudah meningkatkan keterwakilan perempuan dalam dunia politik. Namun banyaknya perempuan yang berkiprah di politik ternyata belum mampu  menawarkan kultur politik yang berbeda dan menunjukkan diri sebagai agen perubahan. Hasil Pemilu 2009 menunjukkan adanya peningkatan jumlah perempuan terpilih di DPRD maupun DPR RI. Di DPRD tingkat kabupaten kota, representasi perempuan mencapai 12%, di DPRD provinsi mencapai 16%, dan DPR RI bahkan mencapai 18%. Ani menambahkan, kebanyakan perempuan yang terpilih dan berkiprah di dunia politik formal saat ini berlatar belakang dari dinasti politik atau figur populer seperti artis. Mekanisme perekrutan diwarnai oleh aroma nepotisme  ditambah dengan proses kaderisasi yang tidak berjalan selayaknya menyebabkan banyak perempuan yang terpilih bukan mereka yang betul-betul matang ketika memasuki dunia politik. Kondisi di Kaltim Di Provinsi Kalimantan Timur sendiri, jumlah perempuan di DPRD pada Pemilu 2009 mencapai 21%, atau mengalami kenaikan yang cukup berarti jika dibandingkan periode 2004 yaitu 15%. Menurut Hetifah, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur mengatakan, realitas tersebut tentu dapat diabnggakan. “Namun, kita pun selayaknya bertanya, bagaimanakah kiprah politisi perempuan dalam dunia politik saat ini?” ujar Hetifah berefleksi. Hetifah menyatakan sebetulnya kapasitas  bukanlah masalah utama, karena kebanyakan perempuan yang masuk ke DPR RI memiliki gelar sarjana dan pasca sarjana. Namun demikian, mayoritas anggota DPR RI perempuan adalah orang baru dalam dunia legislatif. Hanya kurang dari 30% yang sebelumnya berpengalaman di dunia legislatif, sementara 70% sisanya sama sekali belum berpengalaman.  “Oleh sebab itu, tantangan utama bagi perempuan adalah kemauannya untuk belajar dan secara cepat meningkatkan kapasitas diri dan kematangan dalam dunia politik”. Lebih jauh, Hetifah mengatakan bahwa  perempuan di dunia politik telah mencoba memberikan gagasan baru dan perspektif yang berbeda di tengah-tengah oligarki politik yang mewarnai praktik politik di Indonesia. Dirinya memang mengakui ada situasi yang kurang sehat dalam proses politik seperti maraknya budaya pragmatisme, politik uang, dan politik dinasti.  “Situasi ini adalah tantangan bagi perempuan. Kami harus berupaya menjadi kekuatan pembaharu yang bisa dipercaya. Jangan sampai perempuan ikut-ikutan melanggengkan politik transaksional dan oligarki politik” tuturnya. Sementara itu para perempuan miskin, tenaga kerja wanita yang menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri , buruh-buruh pabrik, pekerja sektor informal, dan perempuan marjinal lainnya tetap berharap jeritan  mereka bisa disalurkan melalui wakil-wakilnya sesama perempuan. “Para perempuan politisi harus membantu mewujudkan mimpi mereka akan adanya keadilan dan kesetaraan dalam kebijakan, kesempatan dan perlakukan,” tegas Hetifah. Mampukah perempuan menembus batas-batas oligarki politik yang berlapis-lapis?  Selamat Hari Kartini. sumber: http://kaltim.tribunnews.com/2011/04/20/hetifah-perempuan-di-tengah-oligarki-politik

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Saya guru PAUD disalah satu sekolah swasta ingin melanjutkan Pendidikan S2 tapi terkendala dengan masalah biaya bagaimana caranya

  2. Assalamu alaikum Kami dr MTsN2 Balikpapan setiap tahun melaksanakan even panahan mulai lokal hingga regional menuju nasional bernama Madtsanda Open sekarang sdh yg ke lima. Untuk thn ini kami melaksanakan yg ke5 di bulan oktober dilaksanakan di sekolah kami manggar. Utk itu kami mohon bantuan dr Ibu Hj mensupport kami. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Ketua panitia Baharuddin

Lihat semua aspirasi