Senayan - Standar dan keselamatan penumpang masih diabaikan. Kecelakaan Bus Kurnia Bhakti yang menewaskan 14 orang hendaknya menjadi pelajaran berharga. Terutama bagi pihak-pihak terkait untuk membenahi berbagai penyebab kecelakaan yang diakibatkan faktor kelalaian seperti penegakan disiplin dan penegakan aturan hukum berlalu lintas.
Pernyataan itu dikemukakan anggota Komisi V DPR Hetifah Sjaifudian kepada Jurnalparlemen.com, Minggu (12/2).
"Faktor perawatan sarana dan prasarana serta kualitas teknologi transportasi masih sering diabaikan oleh pengusaha dan pengemudi," kata politisi Golkar ini.
Hetifah mengusulkan, pemerintah perlu melakukan audit nasional kelaikan kendaraan umum dan penerapan standar keselamatan penumpang agar kecelakaan bisa dihindari.
"Saya prihatin lihat nyawa orang di jalan makin tidak berharga," ujarnya.
Hetifah menyambut baik Kemeneterian Perhubungan yang akan mengubah kebijakannya. Menhub EE Mangindaan kemarin menyatakan uji kelaikan yang sebelumnya dilakukan enam bulan sekali akan dilakukan sekali dalam sebulan.
"Kalau memang demikian bagus, tapi yang tak kalah penting adalah pembudayaan baik pengemudi dan pengusaha untuk selalu aware akan pentingnya perawatan dan pemeliharan menerus dan periodik bagi penerapan standar keselamatan," harapnya.
sumber: http://www.jurnalparlemen.com/news/2012/02/hetifah-perlu-audit-nasional-kelaikan-kendaraan-umum-inbox-x-

Mohon ijin bertanya ibu.. Utk pip ank sekolah sd itu wajib kk sinikah ortunya.... Kalau anaknya sdh masuk kk keluarga sini.. tp orang tuanya msh kk luar pulau apakah bs dftr pip...
Assalamu'alaikum ibu ifa...saya minta tlong bantuan modalnya Bu ..buat jualan seikhlasnya bu
ingin membantu mengurangi pengeluaran orang tua untuk membeli peralatan sekolah karna selama ini saya selalu beli apa apa dengan uang saya bekerja sambil sekolah