Jembatan Roboh, Audit Infrastruktur Mendesak

INILAH.COM, Jakarta - Robohnya jembatan Kutai Kartanegara Sabtu (26/11/2011) membangunkan tidur panjang republik ini terkait dengan persoalan infrastruktur yang tak kunjung membaik. Harus ada audit secara nasional agar tidak ada insiden susulan seperti di Jembatan Kutai Kartanegara. Segala sesuatu ada hikmahhnya. Diktum populer yang telah tumbuh bersama di tengah masyarakat ini akan kontekstual jika seluruh stakeholder memaknai robohnya jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan Kota Tenggarong dengan Kecamatan Tenggarong Seberang sebagai media untuk melakukan audit secara total terhadap infratsruktur di Tanah Air. Tidak kalah penting, penegakan hukum juga harus sejalan dengan langkah tersebut. Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur Desmon J Mahesa mengatakan peristiwa robohnya jembatan Kutai Kartanegara hingga saat ini pihaknya tengah mengumpulkan data-data terkait persitiwa tersebut. "Apakah karena beban? apakah karena tertabrak tongkang batu bara yang melintas di situ? Atau pondasi yang sejak awal banyak mark up. Ini penting agar kita melihat secara benar," katanya kepada INILAH.COM melalui saluran telepon di Jakarta, Minggu (27/11/2011). Namun, bagi anggota Komisi Hukum DPR RI ini, pihaknya mendorong Kejaksaan Agung RI melakukan investigasi terkait anggaran pembangunan jembatan Kutai Kartanegara tersebut. "Dilihat berapa anggaran pembangunan jembatan itu? Saya mendorong Kejaksaan Agung untuk investigasi anggaran dalam proses pembangunan jembatan itu," pinta politikus Partai Gerakan Rakyat Indonesia Raya (Gerindra) ini. Dihubungi terpisah, anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Timur Hetifah Sjaifuddin mengatakan perlu adanya audit secara nasional terhadap infratsruktur di Tanah Air. "Standar keselamatan tampaknya diabaikan. Meski sudah banyak kecelakaan, namun tidak ada perubahan," sesal politikus Partai Golkar ini. Senada dengan Desmon, jika terdapat indikasi korupsi dalam pembangunan jembatan Kutai Kartanegara seperti pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, Hetifah menegaskan agar ada proses penegakan hukum. "Harus ada yang bertanggungjawab. Ini bukan musibah, harus dibedakan antara bencana alam dengan ulah manusia," ujar alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menyindir langkah pemerintah yang menurunkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dia menyebutkan dengan robohnya jembatan Kutai Kartanegara ini jelas akan berdampak pada sektor perekonomian masyarakat di daerah itu. Hetifah menyebutkan insiden ini juga menambah kelam buruknya infrastruktur di wilayah Kalimantan Timur. "Karena banyak juga daerah di Kutai Barat belum terakses listrik dan jalan raya. Ini memprihatinkan," keluhnya. Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Said Didu mengatakan pihaknya siap melakukan audit investigasi terkait penyebab ambruknya jembatan Kutai Kartanegara. "PII siap membantu pemerintah mencari penyebab dan sekaligus memberikan solusi komprehensif atas ambruknya jembatan Kutai Kartanegara," kata Said di Jakarta, Minggu (27/11/2011). Mantan Sekretaris Menteri BUMN ini menyebutkan investigasi akan dilakukan dari tiga sisi yaitu desain, pelaksanaan, dan operasional. Semua pihak yang terlibat mulai dari desain, pelaksanaan pembangunan, dan masa operasional jembatan, kata Said, harus dimintai tanggung jawab. "Sehingga diketahui apakah pembangunannya memenuhi perhitungan, ketentuan atau syarat yang sesuai dengan standar konstruksi," tambahnya. Said mennyebutkan, pada tahapan pelaksanaan proyek, apakah jembatan tersebut dibangun sesuai dengan desain yang ditetapkan atau malah terjadi penyimpangan. Umumnya konstruksi jembatan didesain berumur panjang minimal 50 tahun atau bahkan 100 tahun. Dia juga mengatakan pihak yang mengoperasikan dan pemeliharaan jembatan juga harus dimintai klarifikasi terkait dengan isiden yang sedikitnya telah menewaskan lima orang itu. "Apakah petunjuk pelaksanaan dalam mengoperasikan dan memelihara jembatan itu sudah dilakukan semestinya. Ini yang juga menjadi fokus investigasi PII," tandasnya. Dalam insiden robohnya jembatan sepanjang 720 meter sedikitnya juga telah membuat 30 orang terluka dan 23 orang belum diketahui keberadannya. Langkah komprehensif seperti audit secara nasuional terhadap insfratruktur di Tanah Air mutlak dilakukan. Selain juga penegakan hukum jika memang ditemukan pelanggaran oleh pihak yang bertanggungjawab. [mdr]   Oleh: R Ferdian Andi R sumber: http://m.inilah.com/read/detail/1801212/jembatan-roboh-audit-infrastruktur-mendesak

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. mohon izin bu, untuk portal pendaftaran ulangnya ndak ada.......mohon dibantu kami dari desa perdana kec. kembang janggut kab. kutai kartanegara kalimantan timur

  2. Assalamualaikum ibu,selamat siang maaf menganggu ibu,saya ingin menyampaikn bu,anak saya pernah dapat bantuan pip,tp di tahun 2023 terputus ibu,dan saya tdk tahu tdk ada pemberitahuan jika di tahun 2023 ada msuk dana,saya terakhir menarik uang bantuan anak saya di tahun 2022 bu,yg di 2023 saya tdk tarik sebab anak saya saat itu pindah sekolah saya pikir bantuan terputus ternyata msuk di tahun 2023,tetapi saya cek via internet pas di tahun 2025 bu,pas saya ke bank keterangan org bank buku rekening nya kosong bu. Anak saya skrg sdh kelas 3 smp bu,waktu saya pindah kn tahun lalu saya coba supaya di sekolah yang baru bisa urus bu supaya anak saya bisa di daftar kan ulang lagi,tetapi pihak sekolah meminta kartu kip bentuk pisik sedang saya dari awal anak dapat tdk dapat kartu bu hanya buku rekening saja yang tiap pengambilan membawa buku rekeing nya ke bank,tolong bantuan ya ibu,u tuk kelanjutan biyaya anak saya nanti ke jenjang sma bu,saya kurang mampu,dan anak saya hanya fi byayain oleh bpk sambung yg gaji suami hanya umk bu untuk 4 kepala,dan saya sdg hamil ,bisa kah bantuan nya bu,anak saya sekolah di mts almubarokah di desa tani bakti kecamatan samboja barat

Lihat semua aspirasi