Jembatan Mahakam: Komisi V dan PU Beberkan Fakta Lain

Samarinda, mti-indonesia.com Sidang Komisi V dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada Rabu (8/2) di Jakarta, membeberkan fakta lain seputar kondisi jembatan di Indonesia. Setelah memeriksa 41 jembatan bentang panjang di seluruh Nusantara, Kementerian PU menemukan tujuh di antaranya perlu penanganan serius. Salah satunya adalah Jembatan Mahakam. Wakil Menteri PU Hermanto Dardak  mengatakan jembatan tersebut harus ditangani dan dipantau lebih komprehensif. “Jika tidak layak, pasti kami tutup,” tegas Hermanto. Sementara itu, anggota Komisi V DPR Hetifah Sjaifuddian yang ikut dalam pertemuan tersebut juga memperjelas kondisi Jembatan Mahakam. Menurut politisi dari daerah pemilihan Kaltim ini, kondisi jembatan cukup riskan setelah beberapa kali ditabrak. “Dalam laporan tim Kementerian PU, beberapa bagian jembatan kondisinya rusak. Struktur jembatan juga bermasalah karena ada baja yang ditemukan bengkok. Jembatan ini perlu perbaikan dan pengamanan segera,” terang Hetifah. Hetifah menambahkan, PU  sudah meminta supaya alur lalu lintas alat berat di jembatan dihentikan. Sebab, lebar jalan di jembatan yang tipe B tak memungkinkan bagi angkutan alat berat tersebut. “Tugas kami di DPR adalah mendorong pemerintah segera mengalokasikan anggaran dan menyusun program konkret untuk perawatannya,” jelas Hetifah yang juga politisi partai Golkar ini. Terkait masalah ini, Komisi V kembali membahas revisi Undang-Undang 18/1999 tentang Jasa Konstruksi, kemarin (9/2). Kasus runtuhnya Jembatan Kartanegara pada 26 November 2011 lalu bisa mengacu kepada undang-undang ini. Hetifah mengatakan, kegagalan struktur dalam suatu pekerjaan dapat dikenakan sanksi. “Ke depan, masyarakat dapat ikut mengawasi struktur tersebut. Bahkan bisa class action jika suatu pekerjaan struktur membahayakan kepentingan umum,” jelasnya.-im sumber: http://jifoksi-mti.com/Berita/Baca/4970

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.

  2. *Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.

Lihat semua aspirasi