Di Depan Kaum Millenial Balikpapan, Hetifah Sjafudian Ingatkan Pentingnya Antisipasi IKN di Kaltim

BALIKPAPAN,- Pemanfaatan pariwisata dan ekonomi kreatif Kalimantan Timur jelang pemindahan Ibu Kota Baru ( IKN ) menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.

Hetifah Sjaifudian pun menyampaikan tentang potensi wisata yang ada di Kalimantan Timur.

"Sebenarnya wisata di Kaltim ini cukup banyak ya, kita tau di Kaltim itu ada Derawan, Pulau Beras Basah, Bengkirai Hill, Danau Jempang, Pantai Melawai dan masih banyak lagi wisata lainnya," ujarnya, Senin (24/2/2020).

Selain wisata, Kalimantan Timur juga memiliki peluang ekonomi kreatif yang cukup menggiurkan.

Mulai dari fashion, kerajinan tangan khas Kalimantan Timur, kuliner, musik, seni pertunjukan, photography, dan lain sebagainya.

Tak hanya mengenai potensi wisata dan ekonomi kreatif Kalimantan Timur, Ia juga mengatakan hal-hal yang kiranya harus diantisipasi oleh kaum millennial Kalimantan Timur jelang pindahnya IKN ke Bumi Etam ini.

Karena dengan pindahnya IKN ke Kalimantan Timur, hal tersebut akan memicu potensi banyaknya wisatawan domestik dari penduduk yang pindah ke Ibu Kota, meningkatnya wisatawan mancanegara, potensi kerusakan alam, dan tergerusnya budaya lokal.

Selain itu, produk-produk kerajinan asli Kalimantan Timur juga akan dipaksa bersaing dengan produk-produk dari seluruh Indonesia, juga akan banyaknya pengusaha dari luar Kalimantan Timur yang akan mengembangkan bisnisnya di IKN yang baru ini.

Dengan mengantisipasi hal tersebut, maka kaum millennial Kalimantan Timur harusnya dapat melakukan hal-hal baru.

Seperti menggali ide agar potensi Kalimantan Timur dapat dioptimalkan.

Selain itu juga, kaum millennial Kalimantan Timur harus berperan aktif dalam pengembangan kawasan pariwisata.

"Pindahnya IKN harus dapat diantisipasi sedari dini mungkin oleh generasi muda Kaltim dengan harus senantiasa meningkatkan kapabilitas diri dan proaktif membaca serta mengoptimalkan segala peluang yang ada," ungkapnya.

"Jadi jangan sampai warga Kaltim sendiri justru tersisih dan gagal bersaing karena kurang mempersiapkan," lanjutnya.

*) sumber : Tribun Kaltim

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Ibu . saya guru bimbingan konseling.di SMA 15 tahun.smk 10 tahun.pernah membantu mengajar bidang studi sejarah.terakhir tahun 2017 jam pelajaran sejarah dikurangi. Pertanyaan adalah kenapa?

  2. Halo kak hetifah. Saya murid dari Sma muhammadiyah tanah grogot kak.Nama saya Dea Andriyani, Saya harap saya lolos dalam pendaftaran beasiswa pip untuk daerah paser. Karena dengan adanya Beasiswa ini sangat sangat sangat membantu untuk membayar spp saya Yang sudah telat 6 bulan๐Ÿ™๐Ÿ™ terima kasih kak

Lihat semua aspirasi