Kaltim
Hetifah Optimis Pembentukan Daerah Otonomi Baru
Jakarta, Kabar3.com - Gubernur Kalimantan Timur beserta rombongan menyambangi DPR RI guna menyampaikan aspirasinya terkait pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kutai Pesisir di Kaltim, Selasa (26/06/18).
Dalam hal ini, Rombongan diterima oleh 4 Anggota DPR RI Dapil Kaltimtara yaitu Mahyudin, Hetifah Sjaifudian, Iwan Dato Adam, dan Budisatrio Djiwandono.
Gubernur Kaltim, Awang Faroeq Ishak, menjelaskan bahwa dengan pemekaran daerah maka masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraan.
"Bayangkan saja Kaltim ini luasnya 1,5 kali pulau Jawa, tidak mungkin masyarakatnya disejahterakan tanpa pemekaran," ujarnya pada kabar3.com melalui pesan singkatnya.
Menurutnya daerah pesisir ini banyak ketinggalan. Kukar selama ini lebih banyak membangun Tenggarong, maka sudah selayaknya daerah-daerah pesisir untuk diperhatikan.
"Daerah pesisir jauh tertinggal dari daerah lain dan sangat memprihatinkan," paparnya.
Fahmi, Camat Muara Jawa, yang menjadi salah satu Kecamatan yang tergabung di CDOB Kutai Pesisir menyampaikan optimismenya.
"Kami mohon gagasan aspirasi ini dapat diperjuangkan," kata Fahmi.
Seperti diketahui bahwa, Kutai Pesisir terdiri dari warga pesisir di 5 kecamatan, yakni Muara Jawa, Samboja, Loa Janan, Anggana, dan Sangasanga.
Anggota DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyampaikan optimismenya.
"Kita harus tetap optimis, dan harus bekerja bersama. Kami dari DPR RI tidak akan memoratorium pelaksanaan pembentukan DOB," ujarnya melalui keterangan tertulis.
"Komisi II juga merencanakan akan berkonsultasi kepada Presiden terkait pembahasan pembentukan DOB," lanjut Hetifah.
Diakui Hetifah bahwa usulan pembentukan DOB sangat banyak. Oleh sebab itu DPR bersama pemerintah menginginkan pembentukan DOB dilaksanakan secara selektif.
*) sumber : Kabar3

tolong bantu saya ibu pip 2 tahun ga cair saya BU(BUTUH UANG) untuk daftar sma.tolong bantu saya..
Sebagai masukan selama ini kader posyandu ini adalah tngan pertama yg menjangkau bayi balita yg stunting kader yg sweping kader juga yg memantau tp kader ini tidak mendapatkan kelayakan insentif sedangkan kita tau begitu besar anggaran yg dipakai untuk penanganan stunting tp hanya sekedar uang tranportasi untuk kunjungan saja kami tidak dapat
Untuk bisa bendapatkan bantuan beasiswa hetifah