Hetifah Prihatin Perburuan Bekantan

  PROKAL.COJAKARTA  - Kabar mengenai punahnya pesut mahakam dan bekantan di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, Kutai Barat (Kubar), sampai ke wakil rakyat di Senayan. Anggota Komisi II DPR-RI Hetifah Sjaifudian meminta instansi terkait di daerah Kubar bersikap tegas terhadap perusak atau pelanggarnya. "Siapapun yang melanggar harus dikenai sanksi tegas," kata anggota Fraksi Golkar DPR-RI kepada media ini, Jumat (18/11). Dia mengatakan, pembangunan di Kubar harus berkelanjutan demi generasi mendatang. "Masa anak cucu kita tidak tahu bekantan. Pesut mahakam hanya jadi sejarah," tegasnya. Hetifah menyesalkan dan mengaku prihatin hal itu terjadi.  Mengingat Kubar dikenal sebagai daerah yang memiliki keanekaragaman hayati mengagumkan. Misalnya, anggrek hitam dan berbagai buah-buahan lokal yang langka menjadi kebanggaan daerah. "Kubar seharusnya bisa menjadi pusat wisata edukasi," ucapnya. Wakil rakyat di Senayan asal Kaltim yang kerap ke Kubar itu menyatakan, tata ruang harus menjadi pegangan.  Tidak boleh hanya memprioritaskan kegiatan yang bersifat ekstraksi, tapi merusak ekologi dan lingkungan. Diberitakan sebelumnya, satwa yang dilindungi berada di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, sudah punah. Pesut mahakam yang kerap muncul di Sungai Beloan dan Sungai Kedang Pahu sudah tidak terlihat lagi lima tahun terakhir. Penyebabnya diduga kuat akibat alih fungsi lahan perikanan di puluhan danau dan belasan anak sungai menjadi kebun kelapa sawit. Berikut, yang lebih memprihatinkan, bekantan punah akibat diburu belasan warga lain yang menggunakan senapan angin. "Daging bekantan itu dikonsumsi pemburu dari luar daerah. Begitu pengakuan mereka," tutur warga Muara Beloan. Camat Muara Pahu Saiful Bahri mengaku kecewa adanya perburuan bekantan dimaksud. Dia menyarankan agar pelakunya bisa diproses hukum karena memburu satwa yang dilindungi. Dia berharap dinas terkait segera bertindak. *) sumber : Kaltimpost

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Sebagai masukan selama ini kader posyandu ini adalah tngan pertama yg menjangkau bayi balita yg stunting kader yg sweping kader juga yg memantau tp kader ini tidak mendapatkan kelayakan insentif sedangkan kita tau begitu besar anggaran yg dipakai untuk penanganan stunting tp hanya sekedar uang tranportasi untuk kunjungan saja kami tidak dapat

  2. Selamat siang ibu, apakah bisa dibantu saya untuk mendapatkan beasiswa hetifah bu?

Lihat semua aspirasi