NASIONAL – PENDIDIKAN

Rabu, 02 Juni 2010 , 21:49:00 Masalah RSBI, DPR Panggil Mendiknas JAKARTA - DPR RI berencana akan memanggil Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) terkait mahalnya biaya pendidikan di sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Namun anggota Komisi X DPR RI, Dedi Wahidi mengatakan, sebelum memanggil jajaran Kemendiknas, pihaknya terlebih dulu akan menggelar rapat internal di Komisi X, guna membahas mengenai masalah mahalnya biaya pendidikan di sekolah ini. "Akan kami rapatkan dulu secara internal. Nanti akan kami rapatkan bersama dengan Kemendiknas, entah dalam minggu ini atau minggu depan," jelasnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (2/6). Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menandaskan, RSBI memang dibolehkan untuk memungut biaya dari calon siswa. Akan tetapi, pengelola RSBI dipandang telah kebablasan, dengan menetapkan pungutan yang tinggi bagi siswa dari kalangan mampu. Dampaknya, siswa miskin pun kebanyakan (jadi) tersingkir, karena tidak mampu membayar sejumlah uang yang diinginkan sekolah. Kemendiknas, terang Dedi pula, terlihat lepas tanggung jawab dalam mengawasi penyelenggaraan RSBI, dengan berlindung kepada otonomi daerah. Padahal katanya, semua program pendidikan itu mustinya dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Apalagi dalam UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), sudah jelas diamanatkan bahwa pemerintah mesti menjamin agar pendidikan dapat disentuh oleh semua lapisan masyarakat. "Harus ada pengawasan. Jika melanggar, cabut saja izinnya," tegasnya. Dedi menggarisbawahi bahwa hanya sekolah swasta yang dilegalkan memungut biaya mahal. Sedangkan RSBI sendiri, pada dasarnya masih terintegrasi dengan sekolah negeri. "Kalaupun memang sarana-prasarananya lebih bagus dari sekolah negeri, pungutan mahal pun tidak dibenarkan, karena subsidi dari pemerintah ke sekolah negeri masih mengalir," katanya. Sementara itu di tempat terpisah, anggota Komisi X Hetifah, juga berkomentar senada soal perlunya pemanggilan Mendiknas terkait persoalan tersebut. Dirinya pun menyatakan, sebelum agenda rapat kerja pada Jumat (4/6) mendatang, akan ada rapat kerja dengan Kemdiknas yang mengagendakan pembahasan rencana kerja strategis Kemdiknas. "Namun (di situ) akan kita sisipkan mengenai isu-isu baru seperti RSBI ini," jelasnya. Politisi Golongan Karya (Golkar) itu, juga turut menambahkan bahwa biaya pendidikan di RSBI sudah sangat keterlaluan mahalnya. "Di Jakarta, untuk masuk SMA RSBI, membutuhkan biaya Rp 40 juta. Sedangkan untuk tingkat SMP mencapai belasan juta. Ini sudah sangat mengkhawatirkan," ungkap Hetifah. (cha/jpnn)

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Selamat siang ibu, apakah bisa dibantu saya untuk mendapatkan beasiswa hetifah bu?

  2. Apakah saya bisa dibantu untuk mendapatkan beasiswa hetifah ibu?

Lihat semua aspirasi