Revisi Nomenklatur Anti-Doping akan Dicantumkan pada RUU SKN

Jakarta,- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan bahwa revisi tentang nomenklatur anti-doping dan organisasi anti-doping dunia atau WADA akan dicantumkan dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (RUU SKN). Hetifah mengatakan, revisi merupakan konsekuensi dari The International Convention Against Doping in Sport yang telah diratifikasi melalui Perpres Nomor 101 Tahun 2007 Tentang Pengesahan International Convention Against Doping in Sport.

“Selain itu kami juga mengapresiasi langkah Menteri Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) yang telah membentuk Tim Akselerasi dan Investigasi dan telah melakukan percepatan penyelesaian sanksi WADA,” jelas Hetifah saat pembacaan kesimpulan rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Kemenpora di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Sebagaimana diketahui, Indonesia sempat mendapatkan sanksi dari WADA saat salah satu kejuaraan olahraga internasional berlangsung. Untuk itu Komisi XI DPR RI, kata Hetifah, mendesak kepengurusan LADI untuk melakukan koordinasi, komunikasi dan memperbaiki manajemen internal. "Agar permasalahan seperti sanksi WADA tidak terulang kembali," pesan legislator dapil Kalimantan Timur itu.

Selebihnya pada kesimpulan rapat itu, Komisi X DPR RI menyampaikan apresiasi kepada kemenpora terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Tak lupa pula apresiasi kepada panitia besar PON XX Papua dan seluruh pemangku kepentingan olahraga atas sukses yang telah diraih PON XX Papua.

Komisi X DPR RI memberikan catatan antara lain agar Kemenpora memperoleh sukses administrasi dan akuntabilitas anggaran. “Serta dapat mempertahankannya pada penyelenggaraan multi-even berikutnya. Juga pemeliharaan dan pemanfaatan infrastruktur dan sarana-prasarana olahraga pasca-PON Papua dapat dilakukan secara efektif dan maksimal," tukas Hetifah.

*) sumber : DPR RI

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Assalamu'alaikum bu anak saya belum dpt pip mohon bantuannya.karena kami sangat mengharapkan bantuann ibu....terimakasih

  2. Halo ibu Hetifah, Salam hangat dari SanSis Children, Sentral Kampung Inggris & Kreativitas masyarakat di Lawe Lawe, Penajam Paser Utara... Kami ingin sharing mengenai aktivitas kegiatan belajar mengajar kami sekaligus edukasi kreativitas Gratis yg kami lakukan sejak tahun 2017 di kabupaten PPU untuk anak usia 7 - 19 tahun, namun hingga saat ini kami belum mendapatkan sedikitpun bantuan atau sentuhan dari Pemerintah (baik daerah, provinsi maupun pusat)... Atas perhatian Ibu, kami ucapkan terima kasih

  3. Kalau bisa kembalikan tata kelola guru dan staf sekolah ke pusat krn di daerah kebijakan sangat berbeda dan banyak mrrugikan para guru. Dikementerian juga perlu di tata. Sekarang terlalu menghamba kpd IT. Indonesia beragam buk. Internetnya tdk merata. Blm lagi sdm. Trims dan mf bila kurang berkenan

Lihat semua aspirasi