Berita
SEA GAMES 2011: Jangan Salah Target dan Prediksi Lagi
Prestasi kontingen Indonesia di Asian Games 2010 yang berlangsung pada November lalu di Guangzhou, Cina, dianggap menurun. Berdasarkan perolehan medali, Indonesia memang meningkat dibanding even sebelumnya di Asian Games XV/2006 di Doha-Qatar yang hanya meraih dua medali emas, tiga perak, dan 15 perunggu. Tetapi jika melihat peringkat, Indonesia masih jauh dari kontingen negara-negara. Pada Asian Games 2010 ini, Indonesia berada di posisi ke-15, kalah dari Thailand yang berada di urutan sembilan dan Malaysia ke-10.
Penurunan pringkat itulah yang membuat DPR RI harus memanggil mereka yang berkepentingan dalam Asian Games untuk melakukan evaluasi sebagai persiapan SEA Games di Jakarta dan Palembang 2011 nanti. Bahwa terjadi kesalahan target dan prediksi. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sluruh anggota Komisi X di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, para pengurus sepakat, penurunan peringkat akibat beberapa faktor.
Pertama, pola latihan kontingen Indonesia ibarat mahasiswa yang menggunakan Sistem Kebut Semalam (SKS) ketika hendak ujian. Menjelang beberapa bulan penyelenggarakan Asian Games, kontingen baru melakukan latihan secara kontinue. Pemerintah –dalam hal ini KONI- tidak membuat pola latihan yang sustainable. Dengan membuat pola berkelanjutan atau mengembangkan latihan jangka panjang, maka sistem tidak akan “kebut semalam”. Setidaknya ini dikatakan beberapa pelatih cabang olahraga yang hadir pada RDP kemarin.
Selain pola latihan yang sustainable, masalah klasik yang muncul selama bertahun-tahun adalah pendanaan. Dengan pendanaan yang diberikan, dipastikan sistem SKS tidak akan digunakan lagi. Menyangut masalah pendanaan, beberapa cabang olahraga terpaksa menggunakan tempat yang sudah ada, yang tentu saja bukan milik pemerintah. Menembak dan bowling misalnya.
Pada saat Asean Games, banyak prediksi yang muncul. Prediksi yang dimaksud adalah perolehan cabang olahraga yang akan meraih emas. Nyatanya, prediksi banyak yang meleset. Cabang olahraga yang tidak difokuskan atau diprediksi meraih emas, justru mengejutkan.
“Oleh karena itu, RDP kali ini kami dari Komisi X ini melakukan evaluasi agar di SEA Games nanti cabang olahraga apa yang akan difokuskan,” ujar anggota Komnisi X Fraksi Golongan Karya Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP. “Jangan sampai salah prediksi lagi”.
Para pengurus cabang olahraga juga mengeluhkan mengenai gizi yang didapat atlet-atlet Indonesia. Mereka ingin standar gizi juga mendapat perhatian serius. Sebab, gizi juga mempengaruhi dari performance altlet. Selebihnya, masalah kegagalan KONI dalam mencari atlet-atlet muda, kurangnya kejuaraan nasional (kejurnas) sehingga para atlet tidak memiliki jam terbang bertanding, serta masalah klasik yang dari dulu juga belum selesai, yakni sarana maupun prasarana.
Namun begitu, ada prestasi Indonesia yang saat ini sedang dibanggakan, yakni sepakbola. Dengan kemenangan tim nasional (Timnas) asuhan Alfred Riedl terhadap Malaysia, Laos, Thailand, dan semalam Filipina, seluruh masyarakat Indonesia kini patut berbangga dengan sepakbola. Bahwa kemenangan ini harus menjadi momentum pergantian kepengurusan PSSI, agar prestasi yang kini didapat di Piala AFF 2010 akan semakin baik lagi di masa mendatang.

Beasiswa
Saya tumbuh di lingkungan yang membuat saya sadar, pendidikan bukan hadiah, tapi jalan. Karena itu saya tidak mau berhenti di tengah. Kalau diberi beasiswa, saya akan pakai waktu dan tenaga untuk belajar sungguh-sungguh. Bukan hanya untuk nilai, tapi supaya nanti saya bisa balik dan ngasih manfaat ke orang-orang yang dulu dukung saya. Saya percaya, ilmu yang baik itu ilmu yang dibagikan. Dan saya ingin jadi salah satu orang yang membuktikannya.
*Aspirasi Saya* Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat meningkatkan ilmu dan keterampilan. Dengan beasiswa ini, saya berharap bisa belajar dengan tenang tanpa memikirkan kendala biaya. Setelah lulus, saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapat untuk bekerja dan membantu keluarga serta masyarakat di lingkungan saya. Saya akan berusaha belajar sebaik mungkin dan menjaga nama baik penerima beasiswa. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan.