Tumpang Tindih Wewenang Pembinaan Olahraga di Sekolah

Selama ini olahraga dan pendidikan sudah berdampingan cukup lama. Dalam dunia pendidikan, olahraga menjadi sebuah mata pelajaran. Sebaliknya, dalam dunia olahraga dibutuhkan pendidikan yang tentu saja berhubungan dengan keolahragaan. Sebagai pimpinan tertinggi di Kementerian Pendidikan, Menteri Pendidikan Nasional (Mendikas) Mohammad Nuh berpendapat, olahraga dan pendidikan ibarat satu paket kegiatan yang juga bisa melakukan pembentukan karakter dan jati diri bangsa. Hal tersebut diungkapkan beliau saat membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang berlangsung pada 13-16 Juli 2010 di Istora Senayan, Jakarta. "Saya setuju dengan pernyataan Menteri seperti itu,” komentar anggota DPR RI Komisi X Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP. "Oleh karena itu diperlukan adanya koordinasi antar kedua Kementerian (Diknas dan Menpora-pen) dalam perumusan strategi maupun pelaksanaannya di lapangan,” tambah Hetifah. O2SN 2010 adalah ajang olahraga bagi siswa sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah mengenah atas (SMA). Event ini diikuti oleh 3993 siswa, yang terdiri dari 1.452 siswa SD, 1.551 siswa SMP, dan 726 siswa SMA. Selain itu, ada juga 264 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Menurut Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menegah (Dirjen Mandikdasmen) Kemendiknas Suyanto, tujuan diselenggarakan event ini adalah untuk menumbuhkembangkan dan membina kebugaran raga, rasa sportivitas, sikap kompetitif, dan kerjasama peserta didik. Selain itu juga untuk menumbuhkambangkan sikap menghargai keberhasilan atau prestasi siswa lain. "Event ini sudah berlangsung untuk ketigakalinya,” ujar Suyanto. Cabang olahraga yang dipertandingkan di O2SN ini berbeda-beda untuk SD, SMP, maupun SMA. Untuk SD terdapat 11 cabang olahraga, yakni atletik, senam, renang, bulutangkis, sepak bola, voli mini, tenis meja, tenis, karate, pencak silat, dan catur. Di tingkat SMP juga mempertandingkan 11 cabang. Untuk jejang SMA, cuma 5 cabang yang dipertandingkan, yakni atletik, bulu tangkis, tenis meja, karate, dan pencak silat. Sementara untuk SLB digelar 7 cabang, yakni 100 meter, lompat jauh, lempar cakra, balap kursi roda, bulu tangkis, catur, dan tenis meja. "O2SN ini bagus sekali dan harus terus dilakukan setiap tahun,” puji Hetifah. "Saya mendukung penuh, apalagi tujuan mulia seperti dikatakan Mendiknas, yakni melakukan pembentukan karakter dan jati diri bangsa.” Meski sependapat dengan Mendiknas, Hetifah tetap mengingatkan pentingnya pembagian wewenang antardua kementerian. Sebab, selama ini baik Diknas dan Menpora terjadi tumpang tindih dan tidak jelas dalam menjalankan wewenang untuk pembinaan olahraga di sekolah. Sebagai anggota DPR, ia mendesak agar pemerintah, dalam hal ini kedua Kementerian itu melakukan koordinasi mengenai hal ini. "Istilahnya bersinergi,” papar Hetifah.

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Noviani ananda sasmito dari SN 013 balsel ko Ndax dpt pip bu mohon penjelasan ny trima kasih.

  2. Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh...selamat malam bunda hetifah,setiap artikel bunda selalu saya baca dan Masya Allah luar biasa ilmunya bunda,jadi pengen kembali untuk mengajar.dunia pendidikan memang benar benar luar biasa,,,semoga bunda selalu di beri kesehatan dan kelancaran dalam segala hal serta rezeki yang mengalir deras,sederas aliran bah.yang bisa selalu menebar manfaat untuk anak anak bangsa.wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh

  3. Assalamualaikum apakah Masi bisa isi formulir pengajuan tahap ke 2 yah di daerah loa Janan ini?? Katanya batas ny cmn tanggal 22 sep tapi saya lupa isiin berkas ank saya gimana in

Lihat semua aspirasi