Selamat Hari Sumpah Pemuda

Tepat 82 tahun lalu di tanggal dan bulan ini, para pemuda dari berbagai suku melakukan ikrar, membulatkan tekad bersatu untuk melawan penindasan Belanda. Mereka bertekad untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia, dan juga semangat melawan feodalisme. Pada rapat penutup di tanggal 28 Oktober 1928 di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106 itu, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan pemuda Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini telah mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal itulah yang dibutuhkan dalam perjuangan. Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sumpah Pemuda adalah sebuah legitimasi berupa ikrar-ikrar semangat juang. Sumpah Pemuda adalah sebuah bukti bahwa pemuda masih memiliki semangat tinggi dalam upaya perbaikan negara dan bangsa. Namun, semangat Sumpah Pemuda 1928 nampak perlahan mulai tengelam dengan munculnya aroma individualistik pasca bergulirnya Reformasi 1998. Sejumlah agenda kepemudaan terabaikan begitu saja, semangat juang tidak lagi berperinsip pada kebersamaan. Tidak percaya? Lihatlah tawuran yang belakangan banyak terjadi. Jika sebelumnya lebih banyak dilakukan oleh siswa-siswa SMU, kini justru banyak dilakukan oleh para mahasiswa. Jadi wajar jika terjadi dekadensi pemuda dewasa ini, sehingga belum bisa membawa negara ini ke taraf kedewasaan atau kemerdekaan secara utuh. Semua kajadian tersebut mengakibatkan kekhawatiran memudarnya nasionalisme, sebagai akibat persoalan internal. Selain persoalan internal, juga pengaruh eksternal atau globalisasi yang tidak dapat kita hindari. Semoga momentum Sumpah Pemuda 2010 ini dapat menguatkan semangat nasionalisme, tanpa harus meninggalkan internasionalisme. Sebab, semangat nasionalisme tersebut jelas diperlukan sebagai identitas dan kebanggaan, agar anak bangsa tidak tercerabut dari akar dan sejarah bangsanya. Selamat hari Sumpah Pemuda!

Hetifah Mendengar

Sampaikan aspirasi Anda

  1. Asalamualaikum bu Atifah, saya pak Anwar guru Sman 1 Pulo Aceh termasuk sekolah terpencil. membaca pertemuan perdana dgn Mendikbud, saya apresiasi yaitu poin 3 dan 5 : investasi dan inovasi serta penciptaan lapangan kerja dan saya memiliki program tsb. bagai mana bu saya di pertemukan dengan Bapak Mentri dan sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

  2. Bunda Hetifah yang saya hormat. Saya Suhendar adalah lulusan pendidikan Kejuruan sejak STM, S1, dan sampai dengan saat ini sedang S3 di UNY Yogayakarta (S3) Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Selain sebagai Dosen di Jurusan Pendidikan dan Teknik Elektro Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Saya sebagai Asesor Akreditasi BAN S/M dan juga Asesor LSP-P3 AINAKI (Asosiasi Industri Animasi dan Kerasi Indonesia). Terutama sejak menjadi Asesor SMK sejak tahun 2016, sedikit banyakanya saya mengetahui dan mengerti problematkika pendidikan Kejuruan di Indonesia yang tidak mengalami perubahan siginifikan, terutama meningkatktnya keterserapan lulusannya oleh Industri. Saya telah membaca Talking Points Pak Mendikbud dalam Rapat Kerja Perdana DPR dengan Kemendikbud di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Rabu, 6 November 2019. Beberapa hal penting dan saya sangat setuju daiantaranya adalah "Peran kami sebagai kementerian adalah untuk mengempower industri untuk berpartisipasi dalam pendidikan yang pada akhirnya dampaknya untuk mereka juga, terutama SMK dan Politeknik." Hal itulah yang belum tampak dan ditindaklanjuti sebagaimana yang diinginkan Inpres No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Keimginan Industri untuk mendrong secara Riil Pengembangan Pendidikan Kejuruan di Indonesia masih bersifat setengah-setengah. Riset saya saat ini terkait dengan Skills Passport untuk Pendidikan Kejuruan di Indonesia. Semoga masa depan pendidikan Kejuruan di Indonesia semakin baik dan terus berkesinambungan. Salam Ta'jim untuk Ibu dari Suhendar suhendar@untirta.ac.id

  3. Selamat atas pelatikan sebagai anggota MPR/DPR RI periode 2019-2024. Tetap perjuangkan aspirasi dari Kaltim.

Lihat semua aspirasi